Eddy Cassanop: Definasi Tuhan: Eddy menjawab argument penulis kepada Maxi Iroth: Bantahan terhadap jawaban Eddy

Posted on October 27, 2009. Filed under: Koleksi debat_islam-kristen |

Debat ini berlaku di milis islam_kristen@yahoogroups.com antara penulis dan Eddy Cassanop. Ia adalah bantahan Eddy terhadap tulisan penulis kepada Maxi Iroth. Dan penulis menjawab semula bantahan Eddy itu.

EDY CASSANOP:

Mohon maaf pada anda. Dari tanggapan anda kelihatan anda ternyata sangat tidak paham (bodoh) akan sesuatu hal yg anda ajukan (tanggapan anda) tetapi berlagak pintar.

Apakah anda menambah deretan muslim bodoh tapi sok pintar seperti ahmaad deedat, hajah irena dan berjubel muslim lainnya?

SHAHIL:

Saya tidak apa-apa dengan kalimat “bodoh” yang anda berikan kepada saya. Jika saya katakan anda sapi sekalipun, anda tidak akan menjadi sapi. Demikian juga seribu kali anda berkata saya professor, saya tidak akan menjadi professor.

Islam mengatakan jika seseorang mengatakan yang buruk kepada orang lain, jika orang itu tidak seperti yang dikatakan maka keburukan itu akan kembalo kepada orang yang mengata itu.

Dan lagi, kelihatannya Ahmeed Deedat sangat menakutkan umat Kristen. Jangan takut lagi bung kerana dia sudah meninggal dunia. Tapi harus diingat ada pula Zakir Naik menggantikannya bahkan ramai lagi. Dan Zakir Naik ini telah membingungkan Dr. Wiliam Campble.

EDY CASSANOP:

Yah saya pikir juga saudara maxi kaum beragama, apapun agamanya. Oh ya saya sampaikan sama anda bahwa ATEIS juga org beragama. Ateis adalah sebuah agama yg mengakui Tuhan dalam ketiadaan. (hop, stop jgn baha mengenai ateis, ini hanya selingan ttg ateis)

SHAHIL:

Umumnya orang berkata penganut Islam atau Kristen adalah agamis dan Atheis bukan penganut agamis. Atheis menolak Tuhan. Lucu sekali jika dikatakan “Karl Maks pengasas agamanya Atheis”

EDY CASSANOP:

Yah benar, manusia dgn Tuhan adalah dua perkara yg sgt jauh berbeda.Tuhan adalah pencipta semesta. Masalah siapa yg mencari siapa, dalam islam boleh saja manusia aja yg mencari Tuhan. Tetapi dalam kristen/yahudi bukan manusia yg fokusnya mencari Tuhan Tetapi Fokusnya Tuhan sang penciptalah yg mencari manusia (mengemablikan manusia kepadaNya) dari jalannya yg salah. Memang manusia tetap juga mencari Tuhan. Tetapi namanya manusia yg tidak melihat sang Pencipta, usaha pencarian mereka terhadap Tuhan sejak dahulu tidak menuju arah yg benar. Malah seringkali manusia dalam mencari Tuhan akhirnya mendirikan keberhalaan. banyak para pencari tuhan mengaku ditemui tuhan di gua hira, ada di pohon bodhi, ada dihutan dan lain-lain. pada umumnya mereka mencari tuhan, tetapi bukakah iblis menyamar sebagi tuhan untuk menipu manusia, maka muncullah dewa-dewa, muncullah allah allah dan lain sebagianya. Kenapa demikian, karena mereka berusaha mencari Tuhan tetapi mereka tidak bisa menggapianya.

Nah itulah satu perbedaan kita. Dalam kristen/yahudi Tuhan yg Maha Kuasa inilah yg mencari manusia. Contohnya apa?.
1. Ia yg memanggil Nuh
2. Ia yg memanggil Ibrahim dan menyuruh dia meninggalkan tanah ur yg penuh berhala dan menuju tanah kanaan
3. Ia yg memanggil Musa untuk membebaskan israel.

Dan Ia yg memperkenalkan diriNya, Ia yg meberitahu siapa Dia, Ia yg mememberi tahu segala-galanya tentang alam semesta, tentang Dia dan tentang apapun.

Bukankah ini jelas menggabarkan bahwa Tuhanlah yg berinisiatip dan yg mencari manusia agar manusia itu tidak tersesat? Mana ada andil manusia? Justru setelah Tuhan mencari manusia itu kembali (menegmablikan manusia itu kembali) dan ketika Tuhan memperkenalkan diriNya maka akhirnya manusia bisa bertemu, bisa mengenal dan bisa membedakan mana yg benar dan mana yg jahat.

jadi usaha yg dilakukan manusia untuk mencari Tuhan gak bakal bisa tetapi Tuhanlah yg mencari manusia, tuhanlah yg memberi aturan-aturan dan segala macamnya. Kemudian manusia yg sudah bertemu dgn Tuhan ini karena Tuhan telah memperkenalkan diriNya senantia berusaha hidup sesuai degn ajaranNya.

Hati-hati mas sahil jgn pergi ke Gua lagi untuk mencari Tuhan, entar nanti iblis yg menemui anda dan mengaku sebagai Malaikat dan menyamar sebagai Tuhan.

Yg menjadi pertanyaan lagi, kenapa Tuhan mencari manusia itu kembali? Karena Tuhan tidak ingin manusia ciptaanNya itu sesat dan terombang-ambing. Ia ingin agar manusia itu kembali memeiliki hubungan yg akrab dan indah dgnNya seperti dahulu ketika adam dan hawa belum berdosa.

SHAHIL:

Bung Edy, pokok pointnya asal kasus ini ialah mengenal Tuhan. Saya mengajukan soalan apakah Tuhan dapat dikenal lewat kewajaran dan akal normal. Jelas sekali kasus ini ialah bagaimana manusia mencari Tuhan.

Anda kelihatan menghujat secara sopan bahawa Nabi Muhammad menemui Iblis yang menyamar Malaikat. Saya membalas secara sederhana, apakah suara yang di dengar Paulus di langit itu suara Tuhan atau Iblis yang mengaku Jesus?

Saya membicarakan dengan mudah sekali dalam kasus ini. Tuhan memberikan kitab sebagai panduan manusia. Islam dengan al-Quran dan Kristen dengan Biblenya. Dalam kedua kitab ini ada menyebutkan perihal Tuhan. Al-Quran menyatakan ALLah Maha Sempurna yang tidak menyamai sesuatu. Dan Bible pula bagaimana? Anda tentu sedia tahu dan saya juga memahaminya iaitu Tuhan menyatakan diri kepada tiga peribadi.

Sekarang pokok pointnya ialah Tuhan telah memberikan infonya kepada dua agama iaitu Islam dan Kristen melalui al-Quran dan Bible. Saya sebagai Muslim menuntaskan definasi Tuhan melalui penelitian kewajaran dan akal norma, sesuai dengan kemuliaan akal yang dinyatakan al-Quran.

Dan anda mengatakan Tuhan tidak dapat dikenal melainkan imani aja adanya Tuhan. Maka imani ajalah apa yang diperkatakan Bible. Ertinya jika Perjanjian Lama mengatakan Tuhan Esa anda percaya, jika Perjanjian Baru mengatakan trinitas anda juga percaya.

Maka di sinilah pokok pointnya bagaimana anda dan saya mahu menuntaskan siapa dan apakah Tuhan melalui panduan kitab masing-masing. Ertinya Tuhan menurunkan panduan kepada kita berdua untuk mengenalNya.

Namun antara kita berbeza. Saya dengan kekuatan akal dan nurani berdasarkan kejadian alam dengan panduan al-Quran, dan anda pula dengan taklid sahaja kerana taklid itu ajaran Bible.

EDY CASSANOP:

Sahil Wrote(tanggapan pd maxi): Pernahkan anda bertanya mengapakah anda melihat? Saya fikir tidak, dan kalau ya anda pemikir. Anda melihat kerana ada benda yang dilihat. Anda dan yang dilihat itu adalah ciptaan Tuhan. Dan pernahkah anda terfikir jika Tuhan tidak mencipta yang dilihat, apakah anda akan dicipta dengan penglihatan untuk melihat? Dan apakah keadaan anda ketika itu? Nah, jika ini sahaja anda tidak mampu memikirkannya, apakah sebab anda dijadikan begini? Ketahuilah anda melihat apa yang dapat dilihat, anda mempunyai deria rasa merasa apa yang dapat dirasa. Itulah keAgungan Tuhan yang mencipta dengan sangat bijaksana hingga anda sendiri tidak dapat memikir apakah kejadian anda jika Tuhan tidak mencipta apa yang dilihat itu.

Edi wrote pula: Wah judment anda pd maxi yg berpikir bahwa maxy tidak pernah bertanya megapa ia melihat. Intinya alam semesta dan keberadaan diri kita ini membuktikan adanya Tuhan. Dalam kristen hal ini dikenal dgn “ajaran hati nurani”. Yg jadi soal adalah kalau anda yg mencari TUHAN maka anda berisiko untuk bertemu iblis yg mengaku malaikat jibril yg mengaku utusan Tuhan, tapi kalau Tuhan yg mencari anda dan Ia memperkenalkan diriNya pada anda maka baru anda bertemu Tuhan yg sesungguhnya, bukan tuhan palsu alias iblis misalnya. Bagiaman kita membdeakan sifat Allah dgn sifat allah palsu. Bedanya adalah membedakan sifat ALLAH yg dikenalkan Allah yg asli yg datang menmui kita dgn sifat allah palsu yg diperkenalkan oleh sang utusan, sang yg mengaku malaikat dan lain sebagainya.

SHAHIL:

Saya fikir perkataan anda juga akan menjerat diri anda sendiri. Anda berkata “jika anda mencari Tuhan maka berisiko menemui Iblis yang mengaku Malaikat”. Dan anda berkata “Jika Tuhan sendiri memperkenalkan diriNya, maka itulah Tuhan sebenar”.

Sekarang saya kembalikan kepada point asal saya. Saya berpendapat dan al-Quran membenarkan bahawa kewajaran dan akal normal adalah asas peralatan untuk mengenal Tuhan. Al-Quran mengatakan ALLah Taala bersalahan dengan sesuatu. Jika sesuatu yang mendatangi kita mengaku Tuhan tetapi berbentuk, ia bukanlah Tuhan.

Maka apakah “Tuhan” yang mendatangi anda itu benar-benar Tuhan? Anda mengatakan Malaikat Jibril itu Iblis. Saya ulang soalan, apakah yang mengaku Tuhan di langit itu bukan Iblis? Apakah Paulus melihatnya? Saya fikir tidak kerana Bible mengatakan “mendengar suara”. Apakah krateria “Tuhan” yang mendatangi anda itu untuk kita jadikan test itulah Tuhan sebenar? Jika yang datang itu seperti kerbau dan mengatakan “Akulah Tuhanmu”, apakah anda akan percaya semata-mata “Tuhan” itu mendatangi anda? Saya tidak akan berkata anda bodoh, tetapi saya fikir anda pasti menggunakan akal anda dan berkata “masak Tuhan ada tanduk”.

Maka inilah sebab saya katakana manusialah yang berusaha mengenal Tuhan melalui panduan kitab beralatkan kewajaran dan akal normal, bukan imani aja, atau mempercayai aja yang datang itu Tuhan tanpa mikir.

Nabi Musa telah didatangi satu makhluk yang disebut Namus. Apakah Namus itu Iblis? Namun Warqah bin Naufal bapa saudara Nabi Muhammad yang Nasrani mengatakan Namus itu Malaikat Jibril dan itulah juga yang mendatangi Nabi Muhammad. Ibliskah Namus itu? Dan tertipukah Musa? Jika Musa tertipu maka Jesus akan tertipu kerana Jesus datang “…supaya Hukum Taurat itu berlaku (Bible Berita Baik Sociaty of Malaysia)”

EDY CASSANOP:

Contohnya jika dalam islam diberitahukan salah satu sifat allah adalah menyesatkan, maka itu berarti allah dalam islam ini bukan lagi ALLAH yg sebenarnya. Karena sejahat apapun manusia, Allah yg sejati tidak menyesatkan.

SHAHIL:

Saya fikir mungkin anda tidak mengetahui secara tuntas tafsir al-Quran dan ilmu Tauhid Islam. Di sini saya akan menjelaskan sistematikanya serengkas mungkin.

Al-Quran tidak boleh ditafsir secara sekerat atau sepotong-sepotong bung Edy kerana ayat al-Quran saling menjelaskan. Bahkan jika ia kelihatan pertentangan, ia adalah menurut asbun dan konteks tujuannya.

Tauhid mengatakan ALLah Taala mencipta peraturan baik dan buruk. Tuhan mencipta manusia, kemaluan lelaki dan perempuan. Pertemuan dua kemaluan itu juga jika nikah halal dan jika tidak haram. Ini peraturan ALLah Taala. Jika anda lakukan yang haram itu, ALLah Taala akan menghukum anda dengan siksa. Kerana apa? Kerana adilnya ALLah Taala dan adilNya itu menifestasi Rahim ALLah Taala iaitu Maha Mengasihani. Ertinya RahimNya ALLah Taala menurunkan peraturan haram dan halal pertemuan dua kemaluan, dan adilNya menghukum jika dilanggar. Demikian juga jika anda membena member sedekah, RahimNya ALLah Taala menyediakan peraturan sedekah dan adilNya dengan member pahala besar.

Maka demikian juga ALLah Taala telah menyediakan peraturan tauhid dan syirik, menyediakan akal dan kewajaran. Maka jika anda atau saya memilih syirik, maka itulah kesalahan anda atau saya. ALLah Taala dengan Rahim telah menyediakan al-Quran, akal dan kewajaran normal untuk emngenalNya dan adilNya menolak anda atau saya jika memilih syirik.

Apa yang dikatakan menyesatkan itu ialah kuasa mutlak. Manusia tidak ada kuasa mencipta peraturan halal, haram, tauhid dan syirik melainkan semua itu ciptaan ALLah Taala. Maka apabila ALLah Taala mahu mencipta halal atau haram, tauhid atau syirik itu adalah Ketentuan dan KekuasaanNya. Ayat itu mengatakan “JikaALLah menghendaki…” ertinya JIKA iaitu KALAU dikehendakiNya. Ia bermaksud ALLah Taala berhak dan mempunyai Kuasa mutlak untuk menentukan apa yang mahu diciptaNya. Namun al-Quran menuntaskan bahawa ALLah Taala tidak bersifat dengan sifat kejelekan. Sifat menyesatkan itu jelak dan mustahil demikian.

EDY CASSANOP:

Sahil wrote (tanggapan pada maxy): Mengapakah kita ragu bahawa Tuhan itu Maha Sempurna? Tuhan super power apakah layak lemah? Jika lemah Dia sama dengan saya dan anda. Apakah layak Tuhan mendaging seperti saya dan anda? Jika Tuhan mendaging, Dia adalah satu spisis dengan makhluk. Tuhan bukan makhluk tetapi Pencipta makhluk.

Edi menulis pula: Wah jelas Tuhan Maha sempurna, tetapi Tuhan juga Maha adil, Ia juga Maha Kasih, jadi bukan hanya hanya maha sempurnaNya yg ditonjolkan. Yg salah adalah jika tuhan maha menyesatkan atau mungkin tidak maha tetapi menyesatkan. Ini baru bukan sifat Tuhan.

SHAHIL:

Jawaban saya di atas.

EDDY CASSANOP:

Sahil wrote (tanggapan pd maxy): Anda mahu menemui Tuhan dengan menjamahNya. Namun saya bertanya apakah anda mampu menjamah ketakutan. Anda bertemu macan tanpa senjata di dalam hutan. Anda dicengkam ketakutan yang datang menyerap. Coba anda tolak ketakutan itu dengan tangan anda. Bolehkah? Anda tidak mampu menjamah angin. Anda merasakan angin yang menjamah tubuh anda tetapi anda tidak mampu menjamahnya. Angin itu sesuatu yang ujud fiziknya berpuput bukan pepejal. Dan ia bersifat dingin dan panas. Anda hanya mengetahui adanya angin dari dingin atau panasnya.Apakah Tuhan dapat dijamah? Jika dapat dijamah ia adalah benda. Dan benda ialah makhluk. Anda mendaging, besi pepejal, kayu pepejal, air bendalir. Itu semua benda dari spisis makhluk. Apakah Tuhan daging, pepejal dan bendalir? Tidak seharusnya sekali-kali Tuhan sedemikian.Anda melihat dan berpotensi buta atau setidaknya rabun. Apakah Tuhan berpotensi rabun? Saya tidak fikir akal normal berkata Tuhan berrpotensi rabun. Inilah konsep ketuhanan yang dicerna oleh akal yang normal. Tuhan seharusnya absolute. Akal normal tidak menerima Tuhan lemah.

Edi menulis pula: Diatas sudah dijelaskan. Kalau anda simak pernyatan anda ini, justru anda seharusnya menolak paham yg mengatakan manusialah yg mencari Tuhan. Anda umpamakan dgn kaitan menjamah dan anda kaitkan dgn kesempurnaan. Jadi itulah sebabnya juga dalam kristen dijelaskan bahwa Tuhanlah yg menjamah manusia, Tuhanlah yg mencari Manusia. Dan karean ia mau mencari, mau menjamah, mau memepreknalkan Dirinya maka manusia akhirnya mengenalNya. Mengenai sifat Tuhan yg lain banyak, jadi bukan hanya kemahasempurnaaNya yg perlu ditonjolkan tetapi sifat maha adil dan maha kasihNya serta sifat-sifatNya yg lain dan tidak boleh kita pisah-pisahkan.

SHAHIL:

Seperti yang saya jelaskan di atas, adalah mustahil sama sekali jika “sesuatu” yang mendatangi anda mengaku Tuhan, anda yakini terus hanya dengan dakwaanNya sahaja.

Saya bertanya kepada anda, jika anda berjalan di dalam hutan dan bertemu seseorang dan dia mengaku “akulah Jesus dan kamu aku lantik sebagai Nabi baru”, apakah anda percaya? Tahukah anda rupa Jesus sebenarnya? Apakah anda mahu mengatakan foto “Jesus” itu rupa Jesus sebenar? Siapa pemotretnya? Apakah mungkin itu Iblis mahu manipu anda?

Tuhan mencipta dan mengetahui semua sudut manusia ciptaanNya. Tuhan mengeetahui kelemahan manusia iaitu sentiasa terdedah kepada kesesatan. Maka Tuhanlah mencipta akal, kewajaran dan kitab sebagai panduan untuk manusia mengenalNya.

Maka apakah tanda dasar dan krateria untuk manusia menuntaskan suara di langit yang didengar Paulus itu sebenarnya suara Jesus bukan Iblis? Dan apakah Namus yang dikatakan Warqah itu Iblis? Jika ya, Musa beriman dengan ajaran Iblis dan ajaran Iblis itulah yang mahu dilakukan Jesus.

Inilah pointnya.

EDY CASSANOP:

Shail Wrote (tanggapan pd maxy): Kejadian normal menunjukkan setiap yang ujud ada diri jasmaninya. Diri jasmani juga disebut Zat atau sosok. Tuhan bukan hanya keberadaan sesuatu. Jika Tuhan adalah “keberadaan maka setiap yang ujud haruslah disebut Tuhan. Manusia ada, air ada, Tuhan juga ada. Ada adalah keberadaan diri jasmani sesuatu. Mengapa anda tidak disebut Tuhan juga? Air diri jasmaninya bendalir, angin puputan dan anda jasad mendaging. Semua itu ada dalam keberadaannya

Edi menulis pula: Diatas sudah dijelakan. Namun yg tidak ada didalam iman anda adalah Bahwa Tuhan yg Maha Sempourna ini yg juga MAHA KASIH penrah nuzul kedalam dunia karena KASIHNYA dalam diri Yesus Kristus.

SHAHIL:

Suka saya jelaskan kepada anda bahawa ALLah Taala bersifat Maha Sempurna. Salah satu sifat itu ialah bersalahan dengan yang baharu. Yang baharu ialah manusia yang lemah. Jika Tuhan menajadi manusia, Dia telah menjadi lemah. Kerana manusia capek dan ketakutan, lapar dan dahaga, dari kecil menjadi besar dan akhirnya mati. Itu semua adalah tidak akan pernah berlaku kepada ALLah Taala.

Anda berkata “…dalam diri Jesus”. Ini satu kalimat yang sangat menarik. Bolehkah anda jelaskan bagaimana ia berlaku? Apakah Jesus mendaging itu dicipta? Apakah Tuhan itu berada di dalam tubuh Jesus seperti roh anda berada dalam tubuh anda?

Belas Kesihan ALLah Taala kepada umatNya tidak memungkin sama sekali Tuhan menjadi manusia dengan apa juga jalan sekalipun. Islam menolak iktiqad ini dengan tuntas, dengan menjelaskan apakah hakikat Maha Kuasanya ALLah Taala.

ALLah Taala menunjukkan kasihNya kepada manusia dengan rahmatNya dan dengan segala kurniaNya kepada manusia di alam maya ini. Jika manusia melakukan dosa, disediakan jalan taubat yang begitu mudah untuk mensucikan dosa itu. Kasih ALLah Taala kepada umatNya yang taat disediakan kurnia syurga. Kasih ALLah Taala dalam kehidupan dikurniakanNya daya usaha dan punca-punca rezeki. Kasih ALLah Taala kepada manusia dikurniakan akal yang normal umumnya supaya manusia dapat memilih baik dan buruk sesuai dengan ajaran al-Quran.

EDDY CASSANOP:

Sahil wrote (tanggapan pada maxy): Atheis tidak percayakan Tuhan. Tetapi bapa Atheis dunia ialah Stalin apabila mati merintih ia menyebut Tuhan. Mengapa? Apakah kerana dia bersilat lidah? Tidak. Dia menyeru sesuatu yang hati nuraninya percaya. Setiap manusia mempunyai naluri bertuhan. Cuma Stalin cuba sedaya upaya membohongi dirinya.

Edi: Wah, bapa ateis dunia bukan stalin, sebelum stalin lahir telah banyak generasi sebelumnya yg tidak percaya kepada Tuhan yg Ada, melainkan mereka percaya kepada Tuhan yg tidak ada.

SHAHIL:

Stalin juga berfaham Tuhan tidak ada dan tidak percayakan agama. Dia bapa Komunis Rusia bersama Lenin.

Anda berkata ulama Islam bersilat lidah dengan bijaknya membodohi manusia. Tidak apa-apa kerana saya dan Muslim tidak akan mati hanya dengan kalimat anda itu. Namun saya suka mengambil perbandingan. Persoalan saya, dari manakah ujudnya iktiqad trinitas? Dari Jesus? Jesus tidak pernah berkata “Akulah Tuhan Anak dari tiga Tuhan”. Tidak ada tuntas. Nah, dari mana munculnya trinitas? Yah, dari Konsili Niece kok. Di sanalah Palulus bersilat lidah memaksakan trinitas kepada orang lain. Bahkan bukan hanya bersilat lidah, tetapi dia menggunakan tongkat Maharaja Rome bukan besilat lidah lagi tetapi berkarate.

EDDY CASSANOP:

Disinilah makanya anda saya katakan bodoh benar. Jadi bukan hanya karena pemahamanmu yg tidak tepat tetapi juga anda bodoh dan mau dibodohi oleh ulama-ulamamu itu. Rasul Paulus aja hidup sebelum konsili neikea. Konsili nikea berlangsung sekitar tahun 325 Masehi. Paulus sudah wafat sekitar tahun 68/69 Masehi sebelum Kaisar Nero melalui jenderal Titus menghancurkan Bait Allah dan menyuruh membelenggu org-org kristen. Kebodohan anda yg lebih parah lagi anda katakan ia menggunakan tongkat maharaja rome, padahal ia sudah wafat sekitar 3 abad lebih sebelum konsili nikea. Dan kebodohan anda yg ketiga mungkin karena ulama-ulama anda meneruskan kebodohannya pada nada juga dan anda telan mentah mentah, seolah ini konsili nikea anda kaitkan dgn trinitas. Kebodohan yg keempat anda kaitkan tirnitas dgn istilah Tuhan anak dari tiga Tuhan. Nah inilah akibat alquran dan ulama-ulama anda salah dan mungkin juga allah anda salah memberi defenisi ini pd anda.

SHAHIL:

Sekali lagi saya tidak akan menurut sikap anda memperbodohkan orang. Apakah anda mahu saya juga berkata “orang yang mempercayai Tuhan tiga dalam satu, mempercayai tanpa fikir”? Mahukah?

Anda boleh membaca sejarah Konsili Niece itu dari Konsili pertama hingga yang terakhir di blog saya.

Jika anda menolak sejarah pemaksaan, apakah anda mampu menolak bahawa trinitas adalah bukan ajaran Jesus? Saya tidak apa-apa jika anda tidak mempercayai sejarah Konsili itu tetapi apakah anda mampu menolak trinitas itu ajaran Paulus?

Maafkan saya bung Eddy, anda tidak akan mampu menolak bahawa trinitas bukan ajaran Jesus tuntas tetapi ciptaan Paulus dan juga pengarang Bible Kanonik.

Tentang trinitas, saya telah berdebat dengan beberapa rakan debater kristen anda. Mereka kelihatannya gagal tuntas menjelaskan trinitas ini. Ada yang berkata Bapa, Anak dan Roh itu diri Tuhan, ada yang berkata Jesus adalah rupa Tuhan Anak dalam bentuk manusia, ada yang berkata Anak Bapa dan Roh adalah substansi Tuhan. Namun saya hanya mendebat dari sudut dasar ujudnya Tuhan itu sahaja, mereka telah berkeringat untuk menjawab.

Nah jika anda suka, anda boleh menulis satu topic di milis ini bertajuk “Apakah hakikat trinitas”. Atau anda boleh memberi komentar tajuk “Kristen kata Zat bukan sosok diri tetapi Muslim berkata Zat adalah sosok diri: Iktiqad manakah yang menepati kewajaran dan akal normal” di blog saya kategori Forum terbuka.

Ini ID blog saya:

http://shahil.wordpress.com

EDDY CASSANOP:
Sahil wrote (tanggapan pd maxy): Dan dari mana pula ajaran cara hidup baru kelahiran semula kristen? Dari Jesus? Anda boleh melihat sendiri dalam Bible itu.

Edi: Inilah juga kebodohan anda. Kelharian kembali atau kelahiran baru itu sama dgn istilah untuk pertobatan. Namun maknaya lebih dalam dari sekedar istilah pertobatan makanya diguankan kata “kelahiran baru atau kelahrian kembali” Ini berhubungan dgn org-org yg sudah mengikuti Tuhan dan ia telah diubah kembali menjadi ciptaan baru, ia mengalami kelahiran baru didalam tuhan atau kelahiran kembali didalam tuhan dimana karakter manusia lama diubah menjadi karakter manusia baru. Siapa lagi kalau bukan yesus yg mengajarkan. Baca aja kitab Yohanes tentang kelahiran kembali/kelahiran baru atau pertobatan.

SHAHIL:

Apakah tujuan Jesus datang ke dunia? Anda boleh lihat dalam Bible di mana Jesus berkata “Janganlah kamu menyangka aku datang untuk menghapus hukum Torat tetapi aku datang supaya ia berlaku (Bible Sociaty of Malaysia)”. Apakah hukum Torat itu? Mudah sahaja rumusannya iaiatu hukum bathin kasih dan hukum ancaman dzahir. Hukum bathin kasih ialah “Kasihilah ALLah dan manusia” dan hukum dzahir ancaman ialah “mata ganti mata, tangan ganti tangan”. Semua itu ada terkandung di dalam Perjanjian Lama dan Baru.

Namun umat Kristen terutama Roman Katholik tidak berpegang kepada hukum Jesus ini. Hukum Jesus di atas menekannya jangan hidup bejat tetapi dengan kasih sayang, tetapi jika bejat maka dihukum dzahirnya. Namun Paulus hanya menekankan kasih semata-mata. Dia menekankan berpegang hukum kasih sudah memadai dengan berkata hukum dzahir Torat hanya untuk orang jahat, dan jika sudah baik hukum itu tidak bernilai. Maka kelihatannya hukum-hukum dalam Perjanjian Lama hanyalah sebagai kesah dan pengajaran semata-mata bukan lagi peraturan hidup.

Jelas sekali manusia tidak 100% baik. Ada banyak yang jahat. Maka fatwa Paulus yang meremehkan hukum dzahir itu bertentangan dengan seruan Jesus di atas.

EDDY CASSANOP:

saya melihat kecendrungan umat islam yg bersalahan dalam melihat kebenaran dan istilah-istilah teologis yg ada.

Bung sahil, kalau anda mau untuk mengetahu mana tuhan yg benar dan tuhan yg tidak benar, mari kita selidik hal diabwah :
1. Sifat-Sifat Allah
2. Sifat-Sifat Iblis

lalu bandingkan diantara tuhan islam dgn tuhan kristen, kalau ada sifat-sifat iblis yg sama dgn sifat-sifat Tuhan atau kalau ada tabiat dan cara kerja/tindakan iblis yg juga sama atau yg juga dilakukan allah berarti allah itu bukan ALLAH SEJATI.

Dan aku harap anda selidiki dgn baik Alquran anda, betapa banyaknya sifat-sifat Iblis, tindakan-tndakan iblis dan cara kerja iblis menjadi bagian dari sifat-sifat Allah, cara kerja allah dan tindakan allah dalam alquran. Dan mari kita buat topik baru untuk itu.

SHAHIL:

Sebenarnya ini adalah topic yang menuntaskan Tuhan. Saya telah memberikan cabaran supaya anda memberikan definisi Tuhan menurut Kristen. Namun anda menolak dengan mengatakan Tuhan tidak dapat dikenal oleh manusia melalui usahanya tetapi Tuhan yang memperkenalkan diriNya kepada manusia. Dan saya telah memberikan hujah bantahan di atas.

Jika anda mampu memberikan definisi Tuhan, ia akan berlanjutan untuk kita mengoreksi sifat-sifat Tuhan anda dan saya, untuk kita mengetahui Tuhan siapakah Tuhan sebenar, apakah Tuhan dan sifat-sifatNya.

Maka saya telah memberikan satu definisi tuntas definisi Tuhan menurut theologi Islam iaitu “Zat Yang Maha Sempurna dari segala sesuatu yang lain dan segala yang lain itu memerlukanNya”. Saya mempunyai penjelasan yang secukupnya untuk definisi ini dan insaya’ALLah siap menghadapi argument dari anda.

Anda bagaimana? Apakah anda sudah ada definisi Tuhan kristen setuntasnya? Dan sudahkah anda bersiap sedia untuk menerima argument?

Jika anda tidak memahami apakah maksud definisi, di sini saya berikan. Definisi ialah “satu susunan kalimat yang memberikan maksud keseluruhan dan sekira-kira tuntas tentang sesuatu perkara.

Hormat.

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...