<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Shahil's Weblog</title>
	<atom:link href="http://shahil.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shahil.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 12:33:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Empat kelompok sifat yang wajib bagi ALLah Taala: Nafsiah, Salbiah, Ma&#8217;ani dan Ma&#8217;nawiyah by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/11/22/empat-kelompok-sifat-yang-wajib-bagi-allah-taala-nafsiah-salbiah-maani-dan-manawiyah/#comment-908</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:33:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1500#comment-908</guid>
		<description>Salam hormat untuk anda Nordin.

Saya mengertikan sosok dengan maksud mudah...Sosok boleh difahami sebagai dasar ujud, atau batang tubuh, atau diri sesuatu yang ujud itu.

Contoh-contoh mudah ialah batang tubuh manusia iaitu jasad. Kita sering membaca ayat &quot;tiba-tiba terlihat satu kelibat sosok yang begitu pantas bergerak sehingga tidak dapat dikenal...&quot;. Ertinya satu batang tubuh manusia. Seperti juga air, sosoknya ialah bendalir yang dapat kita sauk dengan baldi. Demikian juga asap, sosoknya berterbangan dan bertebaran di udara yang kita dapat lihat.

Contoh yang saya sering pertanyakan ialah Roh ALLah yang sering dibicarakan oleh pendebat Kristen. Apakah sosok Roh ALLah itu? Ertinya apakah hakikat &quot;ujud&quot; Roh itu? Apakah seperti asap? Atau apa? Demikian juga dengan Tuhan, apakah ia sosok yakni ada ujud diriNya?

Jika dalam Tauhid Islam, ALLah Taala itu Zat. Zat ialah satu bahasa yang membezakan &quot;diri&quot; ALLah dengan jasad manusia, membezakan dengan diri ujud asap atau gas, dan membezakan dengan diri ujud bendalir atau pepejal. Kerana jika dikatakan ALLah Taala itu &quot;diri&quot;, ia menjadikan waham ALLah Taala itu seperti makhluk. 

Dan perbahasan apakah Zat (diri) ALLah Taala, anda boleh baca dalam kategori Tauhid tajuknya Sifat Yang Wajib Bagi ALLah Taala yang ke 4 Mukhalafatuhu lilhawadith dan yang ke 6 Wahdaaniah.

Saya kira ia dapat membantu anda memahaminya.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat untuk anda Nordin.</p>
<p>Saya mengertikan sosok dengan maksud mudah&#8230;Sosok boleh difahami sebagai dasar ujud, atau batang tubuh, atau diri sesuatu yang ujud itu.</p>
<p>Contoh-contoh mudah ialah batang tubuh manusia iaitu jasad. Kita sering membaca ayat &#8220;tiba-tiba terlihat satu kelibat sosok yang begitu pantas bergerak sehingga tidak dapat dikenal&#8230;&#8221;. Ertinya satu batang tubuh manusia. Seperti juga air, sosoknya ialah bendalir yang dapat kita sauk dengan baldi. Demikian juga asap, sosoknya berterbangan dan bertebaran di udara yang kita dapat lihat.</p>
<p>Contoh yang saya sering pertanyakan ialah Roh ALLah yang sering dibicarakan oleh pendebat Kristen. Apakah sosok Roh ALLah itu? Ertinya apakah hakikat &#8220;ujud&#8221; Roh itu? Apakah seperti asap? Atau apa? Demikian juga dengan Tuhan, apakah ia sosok yakni ada ujud diriNya?</p>
<p>Jika dalam Tauhid Islam, ALLah Taala itu Zat. Zat ialah satu bahasa yang membezakan &#8220;diri&#8221; ALLah dengan jasad manusia, membezakan dengan diri ujud asap atau gas, dan membezakan dengan diri ujud bendalir atau pepejal. Kerana jika dikatakan ALLah Taala itu &#8220;diri&#8221;, ia menjadikan waham ALLah Taala itu seperti makhluk. </p>
<p>Dan perbahasan apakah Zat (diri) ALLah Taala, anda boleh baca dalam kategori Tauhid tajuknya Sifat Yang Wajib Bagi ALLah Taala yang ke 4 Mukhalafatuhu lilhawadith dan yang ke 6 Wahdaaniah.</p>
<p>Saya kira ia dapat membantu anda memahaminya.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Empat kelompok sifat yang wajib bagi ALLah Taala: Nafsiah, Salbiah, Ma&#8217;ani dan Ma&#8217;nawiyah by NORDIN BIN ISMAIL</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/11/22/empat-kelompok-sifat-yang-wajib-bagi-allah-taala-nafsiah-salbiah-maani-dan-manawiyah/#comment-907</link>
		<dc:creator>NORDIN BIN ISMAIL</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:09:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1500#comment-907</guid>
		<description>Apa maknanya 
Sosok bahasa Indonesia
dalam bahasa Malaysian sosok itu apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa maknanya<br />
Sosok bahasa Indonesia<br />
dalam bahasa Malaysian sosok itu apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sonny @ buana: Apakah trinitas Esa 3: Trinitas sebenarnya adalah hakikat bukan konsep. Konsep semata-mata tafsiran kerana ia tiada &#8220;ujudnya&#8221;, sedangkan hakikat adalah &#8220;ujud&#8221; trinitas. Maka trinitas adalah tuntasnya tiga bukan Esa menerusi hujah hakikat kerana hujah konsep tiada bernilai sama sekali. by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/11/10/sonny-buana-apakah-trinitas-esa-3-trinitas-sebenarnya-adalah-hakikat-bukan-konsep-konsep-semata-mata-tafsiran-kerana-ia-tiada-ujudnya-sedangkan-hakikat-adalah-ujud-trinitas-maka-trinita/#comment-906</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 00:26:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1485#comment-906</guid>
		<description>Salam hormat untuk anda Fajar Pratama.

Trinitas adalah tiga bukan Esa. Jelasnya dalam Kristen, Tuhan tidaklah Esa.

Berikut adalah hujah saya. Dan ia adaalah juga tulisan dalam ketegori &quot;Kajian Krisstologi 3&quot; yang anda boleh rujuk di sana:

Apakah trintias Esa? Umat Kristen mengatakan mereka beriktiqad trinitas adalah Esa. Benarkah? 

Sekarang penulis akan membahaskan dan membuktikan bahawa trinitas adalah tiga bukan Esa. Untuk tujuan ini penulis akan mengambil dali dari Bible dan kenyataan dari pendebat hebat Kristen iaitu CosmisBoy, Sonny dan Kefassimon.

Sonny dan Kefassimon mengatakan Tuhan itu Roh. CosmisBoy mengatakan Tuhan itu Zat. Namun tidak seorangpun dari mereka berani mengatakan Tuhan itu sosok diri. Dan Sonny pula mengatakan Tuhan adalah hakikat dan trinitas adalah konsep, maka trinitas adalah Esa berdasarkan hakikat Tuhan yang satu, dan trinitas hanyalah pernyataan Tuhan.

Benarkah trinitas Esa kerana ia hanyalah konsep pernyataan diri Tuhan? Apakah trinitas bukan hakikat? Atau benarkah trinitas hanya konsep?

Untuk menjelaskan hujah yang menegaskan trinitas adalah tiga, ia harus disusuri dari beberapa persoalan akar umbinya yang saling berkaitan, iaitu seperti berikut

Apakah Tuhan menurut kristen

Apakah Tuhan itu? ini adalah persoalan pertama yang harus diselesaikan secara tuntas. 

Menurut Kristen Tuhan adalah Zat tetapi bukan sosok diri (CosmisBoy). Jika Tuhan adalah sosok diri, maka Tuhan bersamaan dengan makhluk. Apabila ditanyakan apakah Zat itu, Zat itu adalah keberadaan Tuhan. Ertinya adanya Tuhan itulah Zat.

Dan dikatakan pula pula Tuhan adalah Roh (Sonny dan Keafassimon) tetapi tidak ada jawaban apabila ditanya apakah Roh itu sosok diri. 

Dikatakan pula Roh itu ibarat intelektual (Kefassimon). Namun masih tiada penjelasan apakah hakikat Roh itu.

Membicarakan keEsaan Tuhan dikatakan menerusi hakikat dan konsep (Sonny). Hakikat adalah assensi dan konsep adalah substansi. Hakikat adalah Tuhan yang Esa dan trinitas adalah konsep pernyataan diri Tuhan. Maka keEsaan adalah berdasarkan hakikat bukan konsep.

Dan ada kenyataan mengatakan Anak, Roh dan Bapa itu diri peribadi tetapi bukan Zat (CosmisBoy). Tetapi ia bukan tiga melainkan Esa, kerana trninitas adalah konsep bukan hakikat (Sonny). 

Tuhan dikatakan hakikat yang Esa kerana ia adalah kesepaduan unsur konsep. Ia ibarat manusia yang terdiri dari jasad, roh dan intelektual (Kefassimon). Oleh kerana keujudan manusia (Tuhan) tidak ada ujud “manusia” kedua, maka Tuhan adalah Esa walaupun konsepnya trinitas. 

Inilah kesimpulan Tuhan dari persepsi Kristen. Ia berdasarkan debate penulis dengan Sonny dan Kefassimon di milis debat_Islam-Kristen, dan dengan CosmisBoy di blog penulis. Penulis mendasarkan tulisan ini kepada tulisan tiga debater Kristen ini. Dan jika ada debater Kristen yang lain yang membantah, penulis akan menolaknya dengan hujah tulisan tiga debater ini, melainkan jika bantahan baru mengatakan hujah Sonny, Kefassimon dan CosmisBoy adalah menyalahi ajaran Kristen.

Muslim dikatakan tidak memahami persepsi ketuhanan Kristen ini. Benarkah? Ayuh kita selesaikan rapat-rapat ke tembok. 

Menolak hujah umat Kristen dengan kewajaran 

Tuhan adalah sosok diri

Apakah erti ujud? ? Ujud ertinya ada. Ujud adalah kalimat bahasa Arab dan bahasa Melayunya adalah ada. Ujud dan ada adalah satu maksud.

Apakah pula yang ujud itu? Ujud adalah sifat yang menunjukkan adanya sesuatu. Adanya sesuatu itu adalah sosok diri. ertinya ujud itu adalah kenyataan bagi sosok diri itu. 

Apakah sesuatu itu wajar tanpa sosok diri? Pastilah tidak wajar kerana sesuatu yang dikatakan ujud tetapi tanpa sosok diri,  dan itu hanyalah angan-angan manusia semata-mata. Air sosk dirinya bendalir, angin sosok dirinya puputan, besi sosok dirinya pepejal, manusia sosok dirinya jasad mendaging. Apa lagi yang ujud tetapi tiada sosok diri? Roh manusi itupun sosok dirinya ibarat asap yang menyerap walaupun hakikinya tidak diketahui.

Zat adalah sosok diri Tuhan

Tuhan yang bukan sosok diri itu sebenarnya tidak ujud. Akal dan kewajaran akan mengatakan ujud pasti sosok diri. Maka mengatakan ujud Tuhan itu bukan sosok diri adalah kenyataan diluar kewajaran dan diluar hakikat keujudan. 

Apakah kalimat yang sewajarnya untuk menegaskan Tuhan itu sosok diri? wajarkah disebut jasad? Atau diri? tegas sekali tidak wajar untuk menuntaskan kalimat jasad atau diri itu untuk menunjukkan Tuhan. Maka Zat adalah istilah yang paling sesuai kerana ia hanya ditujukan kepada Tuhan. Ertinya apabila disebut Zat, ia bermaksud sosok diri Tuhan.

Keberadaan tertolak sebagai hujah keEsaan Tuhan

Apabila Tuhan dikatakan bukan sosok diri (CosmisBoy), apakah hanya adanya Tuhan itu melayakkan kita memperkatakan Tuhan itu Esa? Jawabannya ialah tuntas tidak. Kerana jika hanya kerana adanya sesuatu maka ia dikatakan Esa, maka manusia, haiwan, tumbuhan dan segala yang ujud juga harus dikatakan esa. Semua itu ujud juga. Keujudan manusia juga tiada “manusia” kedua, keujudan haiwan tiada “haiwan” kedua dan keujudan tumbuhan tiada “tumbuhan” kedua.  

Maka hujah keEsaan berdasarkan kepada hanya keberadaan adalah sangat lemah, sengaja diada-adakan dan tertolak untuk pembuktian.  

Trinias adalah sosok diri yakni Zat Tuhan

Setiap yang ujud pasti ada hakikat sesuatu itu. 

Maksud hakikat sesuatu ialah apakah dasar sebenar ujudnya. Contohnya seperti apakah hakikat jasad manusia? Hakikat jasad manusia ialah daging. Apakah hakikat daging? Hakikat daging ialah ujud yang baharu, berasal dari unsur air angin tanah api, lembik dan boleh terpotong, atau apa sahaja kajian paling mendalam menganainya. 

Maka hakikat Tuhan  ialah sosok diri iaitu Zat. Zat adalah dasar ujud. Mengatakan Tuhan atau Zat adalah bukan sosok diri bererti Tuhan itu hanyalah angan-angan atau hanya sesuatu yang abstreks. Maka apabila disebut Tuhan, pasti tuntas bahawa Dia adalah satu sosok diri. 

Namun oleh kerana Kristen tidak beriktiqad Tuhan (Zat) adalah sosok diri, atau enggan mengataknnya, atau malu-malu ditakuti terpojok, maka Anak, Bapa dan Roh itulah Tuhan yang tiga sosok diri atau jelas dan tuntasnya tiga Tuhan.

Anak, Bapa dan Roh adalah tiga keberadaan berbeza

Dikatakan Tuhan itu Zat dan Zat itu bukan sosok diri tetapi adalah keberadaan Tuhan (Cosmis Boy). Hakikatnya Tuhan itu hanyalah satu “keujudan” atau “adanya” Dia semata-mata. 

Bible menyebutkan kenyataan pada suatu masa Jesus berada di dalam sungai. Ketika itu terdengar suara Bapa di langit “Inilah AnakKu yang Ku kasihi dan kepadanya Aku berkenan”. Dan terdapat pula kenyataan “Lihatlah Roh ALLah turun seperti burung merpati”.

Kenyataan-kenyataan tersebut di atas jelas sekali menunjukkan tiga keberadaan yakni keujudan Anak, Bapa dan Roh ALLah. Anak di dalam sungai, Bapa di langit dan Roh ALLah bergentayangan seperti burung. Hakikat ini tidak boleh dan tidak dapat dikiaskan lagi kerana ia keujudan atau keberadaan ketiganya jelas di bumi, di langit dan di udara.

Anak, Bapa dan Roh saling bicara

Anak, Bapa dan Roh adalah tiga Zat yang berbeza. Ketiganya saling bicara sesamanya. Bapa berkata kepada Anak ketika Anak di sungai. Anak berdoa kepada Bapa ketika dikejar tentera Romawi. Jelas sekali semua kenyataan Bible ini menunjukkan Anak, Bapa dan Roh adalah berbeza Zatnya.

Jesus adalah Firman yang bercerai dari Zat ALLah

Kristen berkata Anak, Bapa dan Roh adalah komponen Tuhan (Kefassimon). Contohnya ialah manusia. Manusia terdiri dari komponen roh, jasad dan akal intelektual. Ketiga komponen ini bersatu lalu membentuk manusia yang satu ujudnya.

Namun hujah ini tertolak tuntas… 

Manusia terdiri dari roh, jasad dan akal intelektual namun ketiganya tidak bercerai tanggal. Tidak pernah berlaku roh manusia bergentayangan keluar dari jasad. Ini berbeza sekali dengan iktiqad Kristen yang mengatakan Anak itu adalah Firman ALLah yang mendaging yang pastinya bercerai dari Zat. 

Intelektual manusia tidak akan bercerai dari jasadnya. Contohnya jika penulis mengajar orang yang tidak mengetahui, orang itu akan menjadi pandai dengan daya inteleknya sendiri. Jika dia menjadi pandai dengan diajar oleh penulis, penulis tetap dengan keadaan yang sama dan penulis tidak akan menjadi bodoh. Ertinya intelektual penulis tidak akan bercerai dan berpindah kepadanya.

Ini berbeza sekali dengan Firman ALLah dalam iktiqad Kristen. Dalam Yohanes 1: 1-4 dikatakan Firman adalah ALLah dan bersama ALLah, kemudian mendaging menjadi manusia (Jesus adalah Firman ALLah yang hidup). 

Jesus dikatakan Firman ALLah yang hidup. Namun Kristen enggan dan ketakutan untuk menyatakan dengan jelas dan tuntas bahawa Jesus adalah dicipta oleh ALLah. Namun jelas sekali Jesus adalah ciptaan ALLah yang tiada kaitan sama sekali dengan Zat atau ALLah itu sendiri. Mengapa enggan dikatakan Jesus itu ciptaan? Kerana jika dikatakan Jesus adalah ciptaan, maka iktiqad trinity akan berkubur.

Tuhan adalah rupanya seperti manusia

Bible menyatakan “Kita jadikan manusia itu seperti rupa kita”. Apakah maksudnya? 

Umat Kristen mengatakan ia adalah makna seimbolik iaitu Tuhan itu bersifat baik maka manusia mewarisi sifat baik Tuhan. Namun ayat itu jelas mengatakan total “seperti rupa Kita” dan tidak membezakan baik dan buruk melainkan ada ayat menjelaskan batas baik dan buruk sebagai “rupa Tuhan”. Yang nyata umat Kristen telah mentakwilkan ayat itu untuk mengelakkan dari dikatakan Tuhan itu tiga. 

Kristen menafsir Anak itu adalah pernyataan Tuhan dalam bentuk manusia.  Ertinya itulah rupa Tuhan sebagai Anak (Sonny). Namun jika jika “rupa Tuhan” Anak dinyatakan dalam bentuk manusia, penulis memeprsoalkan dan bertanya apakah rupa Tuhan sebagai Bapa? Apakah juga sebagai manusia? Jika ya, berikan ayat Bible yang mengatakan demikian. Atau berikan ayat Bible yang menunjukkan “rupa Bapa”.

Hingga kini tiada jawaban apakah “rupa Tuhan Bapa”

Hakikat kebenaran

Kebenaran yang nyata ialah trinitas adalah tiga bukannya Esa dengan hujah di atas. Penulis menyimpulkannya sebagai berikut:

1.	Trinitas adalah hakikat bukan konsep. Ini Tuhan itu ujud dan ujudnya adalah sosok diri. Dan sosok diri Tuhan Kristen jelas adalah Anak, Bapa dan Roh.
2.	Hakikat Anak, Bapa dan Roh adalah identik dengan ujudnya Tuhan. Mustahil dan tidak wajar sama sekali mengatakan Tuhan hanya “ujud” dan tidak wajar sama sekali mengatakan Anak, Bapa dan Roh hanya konsep sedangkan kettiganya ujud dalam tiga keberadaan yang jelas. Hakikat adalah keujudan tetapi konsep adalah tafsiran semata-mata. Mengatakan Anak, Bapa dan Roh adalah konsep adalah salah kaprah dengan hujah keberadaan itu. 
3.	Anak, Bapa dan Roh adalah bercerai dalam tiga keberadaan ujud.
4.	Rupa Tuhan Anak ialah manusia, rupa Tuhan Roh ialah burung merpati. Apakah rupa Tuhan Bapa? Tiada jawaban tuntas hingga kini dan mungkin hingga Kiamat. 

Jelas sekali Kristen menuhankan tiga Tuhan bukannya Esa. Dan di atas adalah hujah yang penulis tegaskan berdasarkan ilham yang dikurniakan ALLah Taala kepada penulis dalam permohonan pembukaan pintu hakikat melalui amalan tariqat yang penulis amalkan selama ini. 

Dan insya’ALLah Taala, ALLah akan terus membukakan pintu-pintu hakikat ini seterusnya dalam perbahasan yang akan datang. Maka tulisan dan hujah di atas akan sentiasa diupdate dan ditambah baikkan demi menyatakan kebenaran hakiki.

Penulis memohon maaf kepada semua umat Kristen atas penegasan hujah di atas. Dan berlapang dada dalam diskusi dan perbahasan dengan pemaparan hujah adalah sangat diperlukan. Dan ditegaskan, penulis tidak sekali-kali menghina atau menghujat, tetapi menyatakan hujah dengan sewajarnya.

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat untuk anda Fajar Pratama.</p>
<p>Trinitas adalah tiga bukan Esa. Jelasnya dalam Kristen, Tuhan tidaklah Esa.</p>
<p>Berikut adalah hujah saya. Dan ia adaalah juga tulisan dalam ketegori &#8220;Kajian Krisstologi 3&#8243; yang anda boleh rujuk di sana:</p>
<p>Apakah trintias Esa? Umat Kristen mengatakan mereka beriktiqad trinitas adalah Esa. Benarkah? </p>
<p>Sekarang penulis akan membahaskan dan membuktikan bahawa trinitas adalah tiga bukan Esa. Untuk tujuan ini penulis akan mengambil dali dari Bible dan kenyataan dari pendebat hebat Kristen iaitu CosmisBoy, Sonny dan Kefassimon.</p>
<p>Sonny dan Kefassimon mengatakan Tuhan itu Roh. CosmisBoy mengatakan Tuhan itu Zat. Namun tidak seorangpun dari mereka berani mengatakan Tuhan itu sosok diri. Dan Sonny pula mengatakan Tuhan adalah hakikat dan trinitas adalah konsep, maka trinitas adalah Esa berdasarkan hakikat Tuhan yang satu, dan trinitas hanyalah pernyataan Tuhan.</p>
<p>Benarkah trinitas Esa kerana ia hanyalah konsep pernyataan diri Tuhan? Apakah trinitas bukan hakikat? Atau benarkah trinitas hanya konsep?</p>
<p>Untuk menjelaskan hujah yang menegaskan trinitas adalah tiga, ia harus disusuri dari beberapa persoalan akar umbinya yang saling berkaitan, iaitu seperti berikut</p>
<p>Apakah Tuhan menurut kristen</p>
<p>Apakah Tuhan itu? ini adalah persoalan pertama yang harus diselesaikan secara tuntas. </p>
<p>Menurut Kristen Tuhan adalah Zat tetapi bukan sosok diri (CosmisBoy). Jika Tuhan adalah sosok diri, maka Tuhan bersamaan dengan makhluk. Apabila ditanyakan apakah Zat itu, Zat itu adalah keberadaan Tuhan. Ertinya adanya Tuhan itulah Zat.</p>
<p>Dan dikatakan pula pula Tuhan adalah Roh (Sonny dan Keafassimon) tetapi tidak ada jawaban apabila ditanya apakah Roh itu sosok diri. </p>
<p>Dikatakan pula Roh itu ibarat intelektual (Kefassimon). Namun masih tiada penjelasan apakah hakikat Roh itu.</p>
<p>Membicarakan keEsaan Tuhan dikatakan menerusi hakikat dan konsep (Sonny). Hakikat adalah assensi dan konsep adalah substansi. Hakikat adalah Tuhan yang Esa dan trinitas adalah konsep pernyataan diri Tuhan. Maka keEsaan adalah berdasarkan hakikat bukan konsep.</p>
<p>Dan ada kenyataan mengatakan Anak, Roh dan Bapa itu diri peribadi tetapi bukan Zat (CosmisBoy). Tetapi ia bukan tiga melainkan Esa, kerana trninitas adalah konsep bukan hakikat (Sonny). </p>
<p>Tuhan dikatakan hakikat yang Esa kerana ia adalah kesepaduan unsur konsep. Ia ibarat manusia yang terdiri dari jasad, roh dan intelektual (Kefassimon). Oleh kerana keujudan manusia (Tuhan) tidak ada ujud “manusia” kedua, maka Tuhan adalah Esa walaupun konsepnya trinitas. </p>
<p>Inilah kesimpulan Tuhan dari persepsi Kristen. Ia berdasarkan debate penulis dengan Sonny dan Kefassimon di milis debat_Islam-Kristen, dan dengan CosmisBoy di blog penulis. Penulis mendasarkan tulisan ini kepada tulisan tiga debater Kristen ini. Dan jika ada debater Kristen yang lain yang membantah, penulis akan menolaknya dengan hujah tulisan tiga debater ini, melainkan jika bantahan baru mengatakan hujah Sonny, Kefassimon dan CosmisBoy adalah menyalahi ajaran Kristen.</p>
<p>Muslim dikatakan tidak memahami persepsi ketuhanan Kristen ini. Benarkah? Ayuh kita selesaikan rapat-rapat ke tembok. </p>
<p>Menolak hujah umat Kristen dengan kewajaran </p>
<p>Tuhan adalah sosok diri</p>
<p>Apakah erti ujud? ? Ujud ertinya ada. Ujud adalah kalimat bahasa Arab dan bahasa Melayunya adalah ada. Ujud dan ada adalah satu maksud.</p>
<p>Apakah pula yang ujud itu? Ujud adalah sifat yang menunjukkan adanya sesuatu. Adanya sesuatu itu adalah sosok diri. ertinya ujud itu adalah kenyataan bagi sosok diri itu. </p>
<p>Apakah sesuatu itu wajar tanpa sosok diri? Pastilah tidak wajar kerana sesuatu yang dikatakan ujud tetapi tanpa sosok diri,  dan itu hanyalah angan-angan manusia semata-mata. Air sosk dirinya bendalir, angin sosok dirinya puputan, besi sosok dirinya pepejal, manusia sosok dirinya jasad mendaging. Apa lagi yang ujud tetapi tiada sosok diri? Roh manusi itupun sosok dirinya ibarat asap yang menyerap walaupun hakikinya tidak diketahui.</p>
<p>Zat adalah sosok diri Tuhan</p>
<p>Tuhan yang bukan sosok diri itu sebenarnya tidak ujud. Akal dan kewajaran akan mengatakan ujud pasti sosok diri. Maka mengatakan ujud Tuhan itu bukan sosok diri adalah kenyataan diluar kewajaran dan diluar hakikat keujudan. </p>
<p>Apakah kalimat yang sewajarnya untuk menegaskan Tuhan itu sosok diri? wajarkah disebut jasad? Atau diri? tegas sekali tidak wajar untuk menuntaskan kalimat jasad atau diri itu untuk menunjukkan Tuhan. Maka Zat adalah istilah yang paling sesuai kerana ia hanya ditujukan kepada Tuhan. Ertinya apabila disebut Zat, ia bermaksud sosok diri Tuhan.</p>
<p>Keberadaan tertolak sebagai hujah keEsaan Tuhan</p>
<p>Apabila Tuhan dikatakan bukan sosok diri (CosmisBoy), apakah hanya adanya Tuhan itu melayakkan kita memperkatakan Tuhan itu Esa? Jawabannya ialah tuntas tidak. Kerana jika hanya kerana adanya sesuatu maka ia dikatakan Esa, maka manusia, haiwan, tumbuhan dan segala yang ujud juga harus dikatakan esa. Semua itu ujud juga. Keujudan manusia juga tiada “manusia” kedua, keujudan haiwan tiada “haiwan” kedua dan keujudan tumbuhan tiada “tumbuhan” kedua.  </p>
<p>Maka hujah keEsaan berdasarkan kepada hanya keberadaan adalah sangat lemah, sengaja diada-adakan dan tertolak untuk pembuktian.  </p>
<p>Trinias adalah sosok diri yakni Zat Tuhan</p>
<p>Setiap yang ujud pasti ada hakikat sesuatu itu. </p>
<p>Maksud hakikat sesuatu ialah apakah dasar sebenar ujudnya. Contohnya seperti apakah hakikat jasad manusia? Hakikat jasad manusia ialah daging. Apakah hakikat daging? Hakikat daging ialah ujud yang baharu, berasal dari unsur air angin tanah api, lembik dan boleh terpotong, atau apa sahaja kajian paling mendalam menganainya. </p>
<p>Maka hakikat Tuhan  ialah sosok diri iaitu Zat. Zat adalah dasar ujud. Mengatakan Tuhan atau Zat adalah bukan sosok diri bererti Tuhan itu hanyalah angan-angan atau hanya sesuatu yang abstreks. Maka apabila disebut Tuhan, pasti tuntas bahawa Dia adalah satu sosok diri. </p>
<p>Namun oleh kerana Kristen tidak beriktiqad Tuhan (Zat) adalah sosok diri, atau enggan mengataknnya, atau malu-malu ditakuti terpojok, maka Anak, Bapa dan Roh itulah Tuhan yang tiga sosok diri atau jelas dan tuntasnya tiga Tuhan.</p>
<p>Anak, Bapa dan Roh adalah tiga keberadaan berbeza</p>
<p>Dikatakan Tuhan itu Zat dan Zat itu bukan sosok diri tetapi adalah keberadaan Tuhan (Cosmis Boy). Hakikatnya Tuhan itu hanyalah satu “keujudan” atau “adanya” Dia semata-mata. </p>
<p>Bible menyebutkan kenyataan pada suatu masa Jesus berada di dalam sungai. Ketika itu terdengar suara Bapa di langit “Inilah AnakKu yang Ku kasihi dan kepadanya Aku berkenan”. Dan terdapat pula kenyataan “Lihatlah Roh ALLah turun seperti burung merpati”.</p>
<p>Kenyataan-kenyataan tersebut di atas jelas sekali menunjukkan tiga keberadaan yakni keujudan Anak, Bapa dan Roh ALLah. Anak di dalam sungai, Bapa di langit dan Roh ALLah bergentayangan seperti burung. Hakikat ini tidak boleh dan tidak dapat dikiaskan lagi kerana ia keujudan atau keberadaan ketiganya jelas di bumi, di langit dan di udara.</p>
<p>Anak, Bapa dan Roh saling bicara</p>
<p>Anak, Bapa dan Roh adalah tiga Zat yang berbeza. Ketiganya saling bicara sesamanya. Bapa berkata kepada Anak ketika Anak di sungai. Anak berdoa kepada Bapa ketika dikejar tentera Romawi. Jelas sekali semua kenyataan Bible ini menunjukkan Anak, Bapa dan Roh adalah berbeza Zatnya.</p>
<p>Jesus adalah Firman yang bercerai dari Zat ALLah</p>
<p>Kristen berkata Anak, Bapa dan Roh adalah komponen Tuhan (Kefassimon). Contohnya ialah manusia. Manusia terdiri dari komponen roh, jasad dan akal intelektual. Ketiga komponen ini bersatu lalu membentuk manusia yang satu ujudnya.</p>
<p>Namun hujah ini tertolak tuntas… </p>
<p>Manusia terdiri dari roh, jasad dan akal intelektual namun ketiganya tidak bercerai tanggal. Tidak pernah berlaku roh manusia bergentayangan keluar dari jasad. Ini berbeza sekali dengan iktiqad Kristen yang mengatakan Anak itu adalah Firman ALLah yang mendaging yang pastinya bercerai dari Zat. </p>
<p>Intelektual manusia tidak akan bercerai dari jasadnya. Contohnya jika penulis mengajar orang yang tidak mengetahui, orang itu akan menjadi pandai dengan daya inteleknya sendiri. Jika dia menjadi pandai dengan diajar oleh penulis, penulis tetap dengan keadaan yang sama dan penulis tidak akan menjadi bodoh. Ertinya intelektual penulis tidak akan bercerai dan berpindah kepadanya.</p>
<p>Ini berbeza sekali dengan Firman ALLah dalam iktiqad Kristen. Dalam Yohanes 1: 1-4 dikatakan Firman adalah ALLah dan bersama ALLah, kemudian mendaging menjadi manusia (Jesus adalah Firman ALLah yang hidup). </p>
<p>Jesus dikatakan Firman ALLah yang hidup. Namun Kristen enggan dan ketakutan untuk menyatakan dengan jelas dan tuntas bahawa Jesus adalah dicipta oleh ALLah. Namun jelas sekali Jesus adalah ciptaan ALLah yang tiada kaitan sama sekali dengan Zat atau ALLah itu sendiri. Mengapa enggan dikatakan Jesus itu ciptaan? Kerana jika dikatakan Jesus adalah ciptaan, maka iktiqad trinity akan berkubur.</p>
<p>Tuhan adalah rupanya seperti manusia</p>
<p>Bible menyatakan “Kita jadikan manusia itu seperti rupa kita”. Apakah maksudnya? </p>
<p>Umat Kristen mengatakan ia adalah makna seimbolik iaitu Tuhan itu bersifat baik maka manusia mewarisi sifat baik Tuhan. Namun ayat itu jelas mengatakan total “seperti rupa Kita” dan tidak membezakan baik dan buruk melainkan ada ayat menjelaskan batas baik dan buruk sebagai “rupa Tuhan”. Yang nyata umat Kristen telah mentakwilkan ayat itu untuk mengelakkan dari dikatakan Tuhan itu tiga. </p>
<p>Kristen menafsir Anak itu adalah pernyataan Tuhan dalam bentuk manusia.  Ertinya itulah rupa Tuhan sebagai Anak (Sonny). Namun jika jika “rupa Tuhan” Anak dinyatakan dalam bentuk manusia, penulis memeprsoalkan dan bertanya apakah rupa Tuhan sebagai Bapa? Apakah juga sebagai manusia? Jika ya, berikan ayat Bible yang mengatakan demikian. Atau berikan ayat Bible yang menunjukkan “rupa Bapa”.</p>
<p>Hingga kini tiada jawaban apakah “rupa Tuhan Bapa”</p>
<p>Hakikat kebenaran</p>
<p>Kebenaran yang nyata ialah trinitas adalah tiga bukannya Esa dengan hujah di atas. Penulis menyimpulkannya sebagai berikut:</p>
<p>1.	Trinitas adalah hakikat bukan konsep. Ini Tuhan itu ujud dan ujudnya adalah sosok diri. Dan sosok diri Tuhan Kristen jelas adalah Anak, Bapa dan Roh.<br />
2.	Hakikat Anak, Bapa dan Roh adalah identik dengan ujudnya Tuhan. Mustahil dan tidak wajar sama sekali mengatakan Tuhan hanya “ujud” dan tidak wajar sama sekali mengatakan Anak, Bapa dan Roh hanya konsep sedangkan kettiganya ujud dalam tiga keberadaan yang jelas. Hakikat adalah keujudan tetapi konsep adalah tafsiran semata-mata. Mengatakan Anak, Bapa dan Roh adalah konsep adalah salah kaprah dengan hujah keberadaan itu.<br />
3.	Anak, Bapa dan Roh adalah bercerai dalam tiga keberadaan ujud.<br />
4.	Rupa Tuhan Anak ialah manusia, rupa Tuhan Roh ialah burung merpati. Apakah rupa Tuhan Bapa? Tiada jawaban tuntas hingga kini dan mungkin hingga Kiamat. </p>
<p>Jelas sekali Kristen menuhankan tiga Tuhan bukannya Esa. Dan di atas adalah hujah yang penulis tegaskan berdasarkan ilham yang dikurniakan ALLah Taala kepada penulis dalam permohonan pembukaan pintu hakikat melalui amalan tariqat yang penulis amalkan selama ini. </p>
<p>Dan insya’ALLah Taala, ALLah akan terus membukakan pintu-pintu hakikat ini seterusnya dalam perbahasan yang akan datang. Maka tulisan dan hujah di atas akan sentiasa diupdate dan ditambah baikkan demi menyatakan kebenaran hakiki.</p>
<p>Penulis memohon maaf kepada semua umat Kristen atas penegasan hujah di atas. Dan berlapang dada dalam diskusi dan perbahasan dengan pemaparan hujah adalah sangat diperlukan. Dan ditegaskan, penulis tidak sekali-kali menghina atau menghujat, tetapi menyatakan hujah dengan sewajarnya.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fei Fei: Debat zina dalam Islam dan Kristen by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/02/10/fei-fei-debat-zina-dalam-islam-dan-kristen/#comment-905</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 04:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=626#comment-905</guid>
		<description>Assalaamuaalikum M Imron Pribadi.

Apa yang anda tuliskan sangat benar.

Penzina akan marah apabila kita katakan kepada mereka &quot;dua ekor cipanzee sedang melakukan hubungan senggama&quot;.

Jadi ketawakan aja kaum yang bilang berzina halal.

Maaf, saya menjawab dalam bercanda. Tetapi itulah hakikatnya bagi penzina.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamuaalikum M Imron Pribadi.</p>
<p>Apa yang anda tuliskan sangat benar.</p>
<p>Penzina akan marah apabila kita katakan kepada mereka &#8220;dua ekor cipanzee sedang melakukan hubungan senggama&#8221;.</p>
<p>Jadi ketawakan aja kaum yang bilang berzina halal.</p>
<p>Maaf, saya menjawab dalam bercanda. Tetapi itulah hakikatnya bagi penzina.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fei Fei: Debat zina dalam Islam dan Kristen by M Imron Pribadi</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/02/10/fei-fei-debat-zina-dalam-islam-dan-kristen/#comment-904</link>
		<dc:creator>M Imron Pribadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 16:17:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=626#comment-904</guid>
		<description>Zina dalam realitas hidup dalam dunia permanusiaan sudah jelas berbeda dengan dunia perhewanan, dalam dunia hewan zina sudah pasti sesuatu sunatullah sifat alamiah sebagai binatang dan sesuatu yang halal seandainya dalam dunia binatang ada hukum syariatnya. Namun dalam dunia permanusiaan secara akal bahwa zina itu sesuatu yang indah dan sangat nikmat kalau dinikmati secara jasmnai bahkan secara rohanipun kenikmatannya sangat terasa. 

Melihat dalam dunia manusia zina sebagai sesuatu yang nikmat maka meiliki hukum dan kondrati alamiah sebagai manusia sesuai habit manusia tersbut dalam lingkungannya. Kalau dalam lingkungannya manusia tersebut zina sebagai sesuatu yang biasa dan halal, maka halallah hukumnya zina. tetapi sebaliknya kalau habit lingkungannya zina sebagai sesuatu yang haram, maka apakah pantas zina dilakukan? kecuali kita telah menjadi binatang dan telah masuk dalam kategori dunia binatang. Salahkah kalau Tuhan memang maraha kepada sang penzina? dalam hal ini adalah wakil Tuhan didunia juga akan tersinggung secara pasti kepada manusia yang melakukan zina. karena kita sebagai habit lingkungannya bukan dalam kategori zina sebagai sesutu yang halal. maka sebenarnya kita telah mencampiur adukkan dunia binatang dan manusia kalau demikian. masihkah kita menganggap sebagai manusia smentara prilaku kita seperti hewan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Zina dalam realitas hidup dalam dunia permanusiaan sudah jelas berbeda dengan dunia perhewanan, dalam dunia hewan zina sudah pasti sesuatu sunatullah sifat alamiah sebagai binatang dan sesuatu yang halal seandainya dalam dunia binatang ada hukum syariatnya. Namun dalam dunia permanusiaan secara akal bahwa zina itu sesuatu yang indah dan sangat nikmat kalau dinikmati secara jasmnai bahkan secara rohanipun kenikmatannya sangat terasa. </p>
<p>Melihat dalam dunia manusia zina sebagai sesuatu yang nikmat maka meiliki hukum dan kondrati alamiah sebagai manusia sesuai habit manusia tersbut dalam lingkungannya. Kalau dalam lingkungannya manusia tersebut zina sebagai sesuatu yang biasa dan halal, maka halallah hukumnya zina. tetapi sebaliknya kalau habit lingkungannya zina sebagai sesuatu yang haram, maka apakah pantas zina dilakukan? kecuali kita telah menjadi binatang dan telah masuk dalam kategori dunia binatang. Salahkah kalau Tuhan memang maraha kepada sang penzina? dalam hal ini adalah wakil Tuhan didunia juga akan tersinggung secara pasti kepada manusia yang melakukan zina. karena kita sebagai habit lingkungannya bukan dalam kategori zina sebagai sesutu yang halal. maka sebenarnya kita telah mencampiur adukkan dunia binatang dan manusia kalau demikian. masihkah kita menganggap sebagai manusia smentara prilaku kita seperti hewan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manton: Islam membenarkan Bible? Injil asli dan &#8220;celakalah&#8230;&#8221; by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/18/manton-islam-membenarkan-bible-injil-asli-dan-celakalah/#comment-903</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:08:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=388#comment-903</guid>
		<description>Hormat untuk anda jelasnggak.

Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam telah bersunat dari kecil. Kaedahnya saya tidak dapat menentukan tetapi saya berkeyakinan Baginda telah dicipta tanpa kulit hujung kemaluan.
Hujah saya adalah seperti berikut:

1.	Nabi Muhammad di utus untuk menjadi rahmat bagi sekelian alam. Maka dia adalah contoh ikutan. Maka setiap apa yang diajarkannya pasti telah ada pada dirinya.

2.	Nabi Muhammad tidak berbuat atau berkata-kata dengan hawa nafsu. Hawa nafsu ialah nafsu ammarah. Maka pasti sekali dia tidak menyuruh berkhatan tanpa berlaku kepada dirinya.

3.	Jika Nabi Muhammad menuruh umat Muslim berkhatan sedang Baginda masih (na’uzubiLLah) berkulup, dia adalah pendusta. Pendusta adalah mustahil kerana ALLah Taala telah menegaskan bahawa bermaksud “Sesungguhnya Muhammad mempunyai budi pekerti yang terbaik”.

4.	Nabi Muhammad mengajarkan kebersihan. Dan terdapat riwayat mengatakan kebersihan adalah melambangkan keimanan. Tidak berkhatan adalah berkulup yang mengumpulkan lender yang menjijikkan di kemaluan. Adalah mustahil sama sekali (na’uzubiLLah) kemaluan Nabi demikian. Dan adalah mustahil Nabi Muhammad berkeadaan demikian sedang dia adalah contoh manusia. Dan mustahil seluruh Sahabatnya bersepakat menyembunyikan “kebusukan”.

5.	Jika tiada Hadith menegaskannya saya tidak apa-apa. Kerana hukum
menyatakan haram memandang kemaluan , kerana kemaluan adalah aurat. Dan hukum mengatakan tidak dibenarkan menceritakan hal ehwal dalaman bersuami isteri. Dan ketika Nabi Muhammad dimandikan, Sahabat yang memandikan jenazah Baginda menutup mata dan tidak melihat alat sulit Baginda. 

Maka jawaban dan hujah saya adalah seperti di atas itu.

Saya pula bertanya kepada anda, apakah Paulus bersunat? Saya tidak beerjumpa dalil Bible Paulus bersunat. Mengapakah Paulus menyunat Timotius sedang dia tidak bersunat? Logikanya Paulus berbuat apa yang dia tidak lakukan, dengan kata lain “cakap tidak serupa bikin”.

Hormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hormat untuk anda jelasnggak.</p>
<p>Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam telah bersunat dari kecil. Kaedahnya saya tidak dapat menentukan tetapi saya berkeyakinan Baginda telah dicipta tanpa kulit hujung kemaluan.<br />
Hujah saya adalah seperti berikut:</p>
<p>1.	Nabi Muhammad di utus untuk menjadi rahmat bagi sekelian alam. Maka dia adalah contoh ikutan. Maka setiap apa yang diajarkannya pasti telah ada pada dirinya.</p>
<p>2.	Nabi Muhammad tidak berbuat atau berkata-kata dengan hawa nafsu. Hawa nafsu ialah nafsu ammarah. Maka pasti sekali dia tidak menyuruh berkhatan tanpa berlaku kepada dirinya.</p>
<p>3.	Jika Nabi Muhammad menuruh umat Muslim berkhatan sedang Baginda masih (na’uzubiLLah) berkulup, dia adalah pendusta. Pendusta adalah mustahil kerana ALLah Taala telah menegaskan bahawa bermaksud “Sesungguhnya Muhammad mempunyai budi pekerti yang terbaik”.</p>
<p>4.	Nabi Muhammad mengajarkan kebersihan. Dan terdapat riwayat mengatakan kebersihan adalah melambangkan keimanan. Tidak berkhatan adalah berkulup yang mengumpulkan lender yang menjijikkan di kemaluan. Adalah mustahil sama sekali (na’uzubiLLah) kemaluan Nabi demikian. Dan adalah mustahil Nabi Muhammad berkeadaan demikian sedang dia adalah contoh manusia. Dan mustahil seluruh Sahabatnya bersepakat menyembunyikan “kebusukan”.</p>
<p>5.	Jika tiada Hadith menegaskannya saya tidak apa-apa. Kerana hukum<br />
menyatakan haram memandang kemaluan , kerana kemaluan adalah aurat. Dan hukum mengatakan tidak dibenarkan menceritakan hal ehwal dalaman bersuami isteri. Dan ketika Nabi Muhammad dimandikan, Sahabat yang memandikan jenazah Baginda menutup mata dan tidak melihat alat sulit Baginda. </p>
<p>Maka jawaban dan hujah saya adalah seperti di atas itu.</p>
<p>Saya pula bertanya kepada anda, apakah Paulus bersunat? Saya tidak beerjumpa dalil Bible Paulus bersunat. Mengapakah Paulus menyunat Timotius sedang dia tidak bersunat? Logikanya Paulus berbuat apa yang dia tidak lakukan, dengan kata lain “cakap tidak serupa bikin”.</p>
<p>Hormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manton: Islam membenarkan Bible? Injil asli dan &#8220;celakalah&#8230;&#8221; by jelasnggak</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/18/manton-islam-membenarkan-bible-injil-asli-dan-celakalah/#comment-902</link>
		<dc:creator>jelasnggak</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 22:56:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=388#comment-902</guid>
		<description>Haloo semua..

Ada satu pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa di jawab oleh muslim.

Saya harap ada muslim yang menjawabnya.

http://jelasnggak.wordpress.com/2009/12/13/muhammad-sudah-sunat/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haloo semua..</p>
<p>Ada satu pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa di jawab oleh muslim.</p>
<p>Saya harap ada muslim yang menjawabnya.</p>
<p><a href="http://jelasnggak.wordpress.com/2009/12/13/muhammad-sudah-sunat/" rel="nofollow">http://jelasnggak.wordpress.com/2009/12/13/muhammad-sudah-sunat/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manton: Islam membenarkan Bible? Injil asli dan &#8220;celakalah&#8230;&#8221; by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/18/manton-islam-membenarkan-bible-injil-asli-dan-celakalah/#comment-901</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:32:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=388#comment-901</guid>
		<description>Salam hormat Mr. X.
Benar sekali apa yang anda perkatakan al-Quran mengajarkan Tauhid secara tuntas tanpa ada takwil sekali-kali. Al-Quran adalah satu. Kita manusia hanya menuliskannya ke musyhaf. Namun apa yang dituliskan tetap sama.

Ada umat bukan Islam mengatakan al-Quran telah mengalami pengurangan kerana setelah dibukukan, kerana semua lembaran yang bertebaran dibakar oleh Sayyidina Uthman radhiaLLahu anh. 

Tetapi harus ditegaskan bahawa lembaran kulit, tulang dan pelepah tamar yang ditulis ayat al-Quran dibakar setelah semuanya dibukukan tanpa tertinggal satu ayatpun dalam bentuk lembaran. Ertinya ayat yang dibakar itu semuanya telah berada dalam musyhaf Uthmani itu. maka tiada lagi al-Quran dalam bentuk lembaran kulit, pelepah tamar dan tulang. Ini yang tidak diahami oleh mereka. Dan inilah pegangan saya.

Bible…?

Debater Kristen mengatakan Bible adalah asli. Yang asli berada di Vatican. Manakala Bible terjemahan RCV, KJV dan ASV adalah hanya terjemahan. 

Namun kita mempersoalkan mengapa ada perbezaan tafsiran? Mengapa? Mengapa dalam LAI disebut “…apabila Anak-Anak ALLah melihat anak perempuan manusia (Perjanjian Lama LAI)” berbeza dengan “…apabila makhluk ILahi melihat anak perempuan manusia (Bible Berita Baik Sociaty of Malaysia)”? Mengapa diterjemah berbeza? Saya pasti orang awam akan memberikan dua tafsiran berbeza di sini.

KJV adalah revised. Apakah RCV tidak akurat maka muncul revised version KJV? Dan muncul pula ASV yang dikatakan di susun oleh lebih lima puluh atau tujuh puluh pendeta handalan, dan dikatakan version terkini. Apakah Bible “asli” di Vatican sudah tidak akurat lagi dengan munculnya ASV? Sungguh menakjubkan!!!

Dan Lutheran pula mengurangkan sebelas surah berbanding RCV. Debater Kristen mengatakan ia adalah kanon pendek. Namun saya berkata, ia bukanlah kanon pendek tetapi version yang mennganggap sebelas surah itu tidak penting. Ertinya “Firman” Tuhan ada penting dan tidak penting. 

Inilah persoalannya. Dan ini baru satu topik untuk diwacanakan bagi dijawab. Jelas sekali (maafkan saya) Bible bukanlah Firman Tuhan. Jika Firman Tuhan pasti tidak akan ada pendeta mereka yang berani merivised kitab Tuhan. Dan tidak ada jaminan Tuhan dalam Bible untuk pemeliharaan ini.

Maafkan saya jika kenyataan saya ini kurang menyenangkan.

Salam hormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat Mr. X.<br />
Benar sekali apa yang anda perkatakan al-Quran mengajarkan Tauhid secara tuntas tanpa ada takwil sekali-kali. Al-Quran adalah satu. Kita manusia hanya menuliskannya ke musyhaf. Namun apa yang dituliskan tetap sama.</p>
<p>Ada umat bukan Islam mengatakan al-Quran telah mengalami pengurangan kerana setelah dibukukan, kerana semua lembaran yang bertebaran dibakar oleh Sayyidina Uthman radhiaLLahu anh. </p>
<p>Tetapi harus ditegaskan bahawa lembaran kulit, tulang dan pelepah tamar yang ditulis ayat al-Quran dibakar setelah semuanya dibukukan tanpa tertinggal satu ayatpun dalam bentuk lembaran. Ertinya ayat yang dibakar itu semuanya telah berada dalam musyhaf Uthmani itu. maka tiada lagi al-Quran dalam bentuk lembaran kulit, pelepah tamar dan tulang. Ini yang tidak diahami oleh mereka. Dan inilah pegangan saya.</p>
<p>Bible…?</p>
<p>Debater Kristen mengatakan Bible adalah asli. Yang asli berada di Vatican. Manakala Bible terjemahan RCV, KJV dan ASV adalah hanya terjemahan. </p>
<p>Namun kita mempersoalkan mengapa ada perbezaan tafsiran? Mengapa? Mengapa dalam LAI disebut “…apabila Anak-Anak ALLah melihat anak perempuan manusia (Perjanjian Lama LAI)” berbeza dengan “…apabila makhluk ILahi melihat anak perempuan manusia (Bible Berita Baik Sociaty of Malaysia)”? Mengapa diterjemah berbeza? Saya pasti orang awam akan memberikan dua tafsiran berbeza di sini.</p>
<p>KJV adalah revised. Apakah RCV tidak akurat maka muncul revised version KJV? Dan muncul pula ASV yang dikatakan di susun oleh lebih lima puluh atau tujuh puluh pendeta handalan, dan dikatakan version terkini. Apakah Bible “asli” di Vatican sudah tidak akurat lagi dengan munculnya ASV? Sungguh menakjubkan!!!</p>
<p>Dan Lutheran pula mengurangkan sebelas surah berbanding RCV. Debater Kristen mengatakan ia adalah kanon pendek. Namun saya berkata, ia bukanlah kanon pendek tetapi version yang mennganggap sebelas surah itu tidak penting. Ertinya “Firman” Tuhan ada penting dan tidak penting. </p>
<p>Inilah persoalannya. Dan ini baru satu topik untuk diwacanakan bagi dijawab. Jelas sekali (maafkan saya) Bible bukanlah Firman Tuhan. Jika Firman Tuhan pasti tidak akan ada pendeta mereka yang berani merivised kitab Tuhan. Dan tidak ada jaminan Tuhan dalam Bible untuk pemeliharaan ini.</p>
<p>Maafkan saya jika kenyataan saya ini kurang menyenangkan.</p>
<p>Salam hormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sonny @ buana: Apakah trinitas Esa 3: Trinitas sebenarnya adalah hakikat bukan konsep. Konsep semata-mata tafsiran kerana ia tiada &#8220;ujudnya&#8221;, sedangkan hakikat adalah &#8220;ujud&#8221; trinitas. Maka trinitas adalah tuntasnya tiga bukan Esa menerusi hujah hakikat kerana hujah konsep tiada bernilai sama sekali. by Fajar Pratama</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/11/10/sonny-buana-apakah-trinitas-esa-3-trinitas-sebenarnya-adalah-hakikat-bukan-konsep-konsep-semata-mata-tafsiran-kerana-ia-tiada-ujudnya-sedangkan-hakikat-adalah-ujud-trinitas-maka-trinita/#comment-899</link>
		<dc:creator>Fajar Pratama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 04:21:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1485#comment-899</guid>
		<description>Mari kita berbicara mengenai Allah.
kutipan di bawah ini berasal dari blog saya: http://faithbookz.blogpsot.com

Tidak ada dalam dunia ini yang dapat mengatakan: &quot;Akulah, jalan dan kebenaran dan hidup.&quot; 

agama tidak dapat memberikan hidup kekal, namun hanya Yesus yang dapat memberikannya.

MENGENAI TRINITAS.

Kata Elohim adalah bentuk jamak dari kata El yang secara harafiah berarti &quot;ilah-ilah&quot; (dalam bahasa Indonesia: allah, &#039;a&#039; kecil) (Kel 20 : 3), namun dalam  penggunaannya untuk mengacu pada Allah Israel sebagai Yang Maha Kuasa, kata Elohim tidak berarti &quot;ilah-ilah&quot;(dalam bahasa Indonesia: Allah, &#039;A&#039; besar).

 

Kejadian 1 : 1 Pada mulanya Allah ( Elohim) menciptakan langit dan bumi.

 

            Kata Elohim bersifat tunggal yang dikarenakan bentuk kata kerja, kata sifat dan kata ganti yang mengikuti kata Elohim bersifat tunggal juga, disamping itu kata Elohim juga bersifat jamak, hal ini dikarenakan dalam bahasa Ibrani akhiran –im menyatakan sifat kemajemukan (jamak). Mengingat Hashalush HaKadosh ( Trinitas ) jadi kata Elohim dapat menyatakan sifat kemajemukan dalam Ketuhanan. Trinitas adalah doktrin Kristen mengenai ketritunggalan Allah, Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri. Nama Elohim muncul 2.570 kali di dalam Tanak.

 

Ketika Allah menciptakan manusia Ia berfirman &quot; Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (dmut) Kita….&quot;(Kejadian 1 : 26). Allah yang Esa menggunakan kata &quot;Kita&quot; untuk mewakili diri-Nya sendiri, hal ini terlihat jelas dalam Kejadian 3: 22, &quot;Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat…&quot;. Dalam doa Yesus kepada Bapa untuk murid-murid-Nya, Yesus berkata &quot;….supaya mereka (murid-murid) menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu &quot; (Yohanes 17 : 2), dalam doa tersebut Yesus menyatakan diri-Nya dan Bapa adalah satu dan dalam Yohanes 4 : 24 Yesus mengatakan bahwa Allah itu Roh (&#039;R&#039; besar), dan rasul Paulus mengatakan &quot;….Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat dalam diri Allah selain Roh Allah (Roh Kudus).  Melalui pernyataan-pernyataan firman tersebut kita dapat memahami bahwa Allah yang Esa memiliki tiga Pribadi yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh Kudus.

 

Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, jadi secara tidak langsung manusia juga memiliki gambaran seperti Allah, rasul Paulus mengatakan &quot;….semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita&quot;(1 Tesalonika 5:23) Jadi Allah yang esa adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus sedangkan manusia adalah roh ( &#039;r&#039; kecil ), jiwa dan tubuh, hal ini tidaklah mengherankan karena pada mulanya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1 : 26). Manusia tanpa roh adalah mati, manusia tanpa tubuh adalah mati, manusia tanpa jiwa secara tidak langsung dapat juga dikatakan mati.

 

Trinitas adalah doktrin (pengajaran) Kristen mengenai ketirtunggalan Allah. Kata &#039;trinitas&#039; memang tidak ada (disebutkan secara eksplisit) dalam Perjanjian Baru, namun kita dapat memahami istilah trinitas ini dengan sangat jelas sekali pada peristiwa pembabtisan Yesus di sungai Yordan (Mrk.1: 9-11), hubungan Yesus dengan Allah Bapa dan Roh Kudus (Yoh.14: 7-10 dan Yoh.16: 13-14) dan perintah terakhir Yesus (Mat.28: 19). Konsep trinitas ini akhirnya dirumuskan pada Konsili Nicea tahun 325 M. Kita jangan salah mengerti, Allah lah yang telah menyingkapkan jati diri-Nya kepada umat-Nya yang pada akhirnya dibentuk konsep trinitas oleh bapa-bapa gereja mula-mula, bukannya konsep trinitas yang menjadikan Allah yang seolah-olah sesuai dengan konsep itu. Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri.

 

Allah bersifat jamak, tetapi Ia juga bersifat tunggal (satu). Kata Ibrani untuk &#039;satu&#039; yang digunakan di sini dan berlaku bagi Allah adalah echad. Kata ini menunjukan kesatuan dengan elemen-elemen komponen. Dalam Kejadian 2: 24 , kata yang sama, echad, digunakan lagi: &quot;Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu [echad] daging.&quot;  Kata &#039;echad&#039; yang digunakan disini bukanlah kata untuk kesatuan yang mutlak tidak dapat dibagi, yaitu yachid. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini, echad, berlaku bagi pernikahan. Ini menggambarkan suatu kesatuan yang terdiri dari dua pribadi yang berbeda dipersatukan. Namun, dalam pemwahyuan Allah yang alkitabiah, bukan dua, melainkan tiga Pribadi yang disatukan untuk menghasilkan kesatuan (Esa), yaitu kesatuan di mana juga ada kemajemukan.

 

Jadi, orang Kristen menyembah Tuhan yang Esa (monoteisme) bukan banyak tuhan (politeisme) dan pernikahan Kristen adalah pernikahan monogami bukan poligami. Pada masa jemaat mula-mula, orang-orang Yahudi menuduh kalau orang Kristen telah meninggalkan monoteisme karena menyembah Yesus dan agaknya pemikiran yang sangat keliru ini tampaknya juga melekat pada orang-orang Muslim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari kita berbicara mengenai Allah.<br />
kutipan di bawah ini berasal dari blog saya: <a href="http://faithbookz.blogpsot.com" rel="nofollow">http://faithbookz.blogpsot.com</a></p>
<p>Tidak ada dalam dunia ini yang dapat mengatakan: &#8220;Akulah, jalan dan kebenaran dan hidup.&#8221; </p>
<p>agama tidak dapat memberikan hidup kekal, namun hanya Yesus yang dapat memberikannya.</p>
<p>MENGENAI TRINITAS.</p>
<p>Kata Elohim adalah bentuk jamak dari kata El yang secara harafiah berarti &#8220;ilah-ilah&#8221; (dalam bahasa Indonesia: allah, &#8216;a&#8217; kecil) (Kel 20 : 3), namun dalam  penggunaannya untuk mengacu pada Allah Israel sebagai Yang Maha Kuasa, kata Elohim tidak berarti &#8220;ilah-ilah&#8221;(dalam bahasa Indonesia: Allah, &#8216;A&#8217; besar).</p>
<p>Kejadian 1 : 1 Pada mulanya Allah ( Elohim) menciptakan langit dan bumi.</p>
<p>            Kata Elohim bersifat tunggal yang dikarenakan bentuk kata kerja, kata sifat dan kata ganti yang mengikuti kata Elohim bersifat tunggal juga, disamping itu kata Elohim juga bersifat jamak, hal ini dikarenakan dalam bahasa Ibrani akhiran –im menyatakan sifat kemajemukan (jamak). Mengingat Hashalush HaKadosh ( Trinitas ) jadi kata Elohim dapat menyatakan sifat kemajemukan dalam Ketuhanan. Trinitas adalah doktrin Kristen mengenai ketritunggalan Allah, Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri. Nama Elohim muncul 2.570 kali di dalam Tanak.</p>
<p>Ketika Allah menciptakan manusia Ia berfirman &#8221; Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (dmut) Kita….&#8221;(Kejadian 1 : 26). Allah yang Esa menggunakan kata &#8220;Kita&#8221; untuk mewakili diri-Nya sendiri, hal ini terlihat jelas dalam Kejadian 3: 22, &#8220;Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat…&#8221;. Dalam doa Yesus kepada Bapa untuk murid-murid-Nya, Yesus berkata &#8220;….supaya mereka (murid-murid) menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu &#8221; (Yohanes 17 : 2), dalam doa tersebut Yesus menyatakan diri-Nya dan Bapa adalah satu dan dalam Yohanes 4 : 24 Yesus mengatakan bahwa Allah itu Roh (&#8216;R&#8217; besar), dan rasul Paulus mengatakan &#8220;….Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat dalam diri Allah selain Roh Allah (Roh Kudus).  Melalui pernyataan-pernyataan firman tersebut kita dapat memahami bahwa Allah yang Esa memiliki tiga Pribadi yaitu Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh Kudus.</p>
<p>Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, jadi secara tidak langsung manusia juga memiliki gambaran seperti Allah, rasul Paulus mengatakan &#8220;….semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita&#8221;(1 Tesalonika 5:23) Jadi Allah yang esa adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus sedangkan manusia adalah roh ( &#8216;r&#8217; kecil ), jiwa dan tubuh, hal ini tidaklah mengherankan karena pada mulanya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1 : 26). Manusia tanpa roh adalah mati, manusia tanpa tubuh adalah mati, manusia tanpa jiwa secara tidak langsung dapat juga dikatakan mati.</p>
<p>Trinitas adalah doktrin (pengajaran) Kristen mengenai ketirtunggalan Allah. Kata &#8216;trinitas&#8217; memang tidak ada (disebutkan secara eksplisit) dalam Perjanjian Baru, namun kita dapat memahami istilah trinitas ini dengan sangat jelas sekali pada peristiwa pembabtisan Yesus di sungai Yordan (Mrk.1: 9-11), hubungan Yesus dengan Allah Bapa dan Roh Kudus (Yoh.14: 7-10 dan Yoh.16: 13-14) dan perintah terakhir Yesus (Mat.28: 19). Konsep trinitas ini akhirnya dirumuskan pada Konsili Nicea tahun 325 M. Kita jangan salah mengerti, Allah lah yang telah menyingkapkan jati diri-Nya kepada umat-Nya yang pada akhirnya dibentuk konsep trinitas oleh bapa-bapa gereja mula-mula, bukannya konsep trinitas yang menjadikan Allah yang seolah-olah sesuai dengan konsep itu. Allah yang Esa dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesemuanya adalah Allah tetapi setiap oknum dibedakan tersendiri.</p>
<p>Allah bersifat jamak, tetapi Ia juga bersifat tunggal (satu). Kata Ibrani untuk &#8217;satu&#8217; yang digunakan di sini dan berlaku bagi Allah adalah echad. Kata ini menunjukan kesatuan dengan elemen-elemen komponen. Dalam Kejadian 2: 24 , kata yang sama, echad, digunakan lagi: &#8220;Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu [echad] daging.&#8221;  Kata &#8216;echad&#8217; yang digunakan disini bukanlah kata untuk kesatuan yang mutlak tidak dapat dibagi, yaitu yachid. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini, echad, berlaku bagi pernikahan. Ini menggambarkan suatu kesatuan yang terdiri dari dua pribadi yang berbeda dipersatukan. Namun, dalam pemwahyuan Allah yang alkitabiah, bukan dua, melainkan tiga Pribadi yang disatukan untuk menghasilkan kesatuan (Esa), yaitu kesatuan di mana juga ada kemajemukan.</p>
<p>Jadi, orang Kristen menyembah Tuhan yang Esa (monoteisme) bukan banyak tuhan (politeisme) dan pernikahan Kristen adalah pernikahan monogami bukan poligami. Pada masa jemaat mula-mula, orang-orang Yahudi menuduh kalau orang Kristen telah meninggalkan monoteisme karena menyembah Yesus dan agaknya pemikiran yang sangat keliru ini tampaknya juga melekat pada orang-orang Muslim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hakikat kebenaran by Johan</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/06/hakikat-kebenaran/#comment-898</link>
		<dc:creator>Johan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:20:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=80#comment-898</guid>
		<description>salam akh,

Mohon hubungi ust Nicholas 019-3335549 @ e-mel ke jkdakwah@gmail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam akh,</p>
<p>Mohon hubungi ust Nicholas 019-3335549 @ e-mel ke <a href="mailto:jkdakwah@gmail.com">jkdakwah@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manton: Islam membenarkan Bible? Injil asli dan &#8220;celakalah&#8230;&#8221; by Mr. X</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/18/manton-islam-membenarkan-bible-injil-asli-dan-celakalah/#comment-897</link>
		<dc:creator>Mr. X</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 06:52:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=388#comment-897</guid>
		<description>Siapapun penulis Al-Qur&#039;an ajarannya tetep sama yaitu tauhid kepada ALLAH S.W.T.pertanyaanq kenapa injil versinya ada banyak banget,dan beda2 ajaran pulan..toong yang mengerti tentang hal ini saya di jelaskan.terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapapun penulis Al-Qur&#8217;an ajarannya tetep sama yaitu tauhid kepada ALLAH S.W.T.pertanyaanq kenapa injil versinya ada banyak banget,dan beda2 ajaran pulan..toong yang mengerti tentang hal ini saya di jelaskan.terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status sering menjadikan seseorang merasakan dirinya Malaikat. by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/12/02/status-sering-menjadikan-seseorang-merasakan-dirinya-malaikat/#comment-896</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 02:36:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1514#comment-896</guid>
		<description>Assalaamualaikum dan salam hormat buat anda atongku.

Tambahan pendapat anda sangat baik sekali. memang benar sekali orang yang menyangka dengan statusnya menjadikan mereka pemutus mutlak adalah orang yang tidak kenal diri.

Terima kasih atas tambahan pendaptnya.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualaikum dan salam hormat buat anda atongku.</p>
<p>Tambahan pendapat anda sangat baik sekali. memang benar sekali orang yang menyangka dengan statusnya menjadikan mereka pemutus mutlak adalah orang yang tidak kenal diri.</p>
<p>Terima kasih atas tambahan pendaptnya.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status sering menjadikan seseorang merasakan dirinya Malaikat. by atongku</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/12/02/status-sering-menjadikan-seseorang-merasakan-dirinya-malaikat/#comment-895</link>
		<dc:creator>atongku</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:53:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1514#comment-895</guid>
		<description>Tuan shahil,memang saya akui gejala ini(ssmsm) ada dimana-mana.Dirumah ayah dan emak,pejabat boss dan disetiap organisasi,wujud manusia yang bersikap sedemikian.Sebenarnya pada saya mereka yang menjadikan status adalah malaikat adalah orang-orang yang tidak kenal diri sendiri dan tidak tahu asal usul mereka serta orang-orang yang tidak ada ilmu pergaulan.Mereka-mereka ini hidup hanya dalam kelompok mereka sahaja.E.g jika ayah yang bersikap demikian,ayah ini hanya melihat dalam kelompok mereka saja,tidak menilai,melihat dengan kebenaran pada keluarga orang lain.Begitu juga bos disatu-satu jabatan,Bos ini pasti cetek dalam dunia pergaulan,hanya hidup dalam dunia yang sama kelompok ,taraf pendidikan dan jawatan.Apa yang dicadangkan orang bawahan dipandang remeh dan tidak bermutu kerana yang bermutu hanya pada mereka yang setaraf.Sebabnya dalam kehidupan/pergaulan hariannya tidak pernah nampak orang bawahan lebih baik/setaraf dengan kelompok/setarafnya.Begitu juga ulamak,hanya hidup dalam kelompok ulamak,bila lebih baik dan selain dari kelompoknya dipandang tidak betul.SEBENARNYA disitulah letaknya nilaian seseorang pada seseorang yang lain
Tidak menilai dengan nilaian yang hakiki tapi menilai dari segi luaran dicampur dengan kebanggaan dan keegoan diri sendiri.Tuan Shahil renung dan perhatikanlah bagaimana mereka2 ini menjalani hidup seharian dan menilai orang lain.inilah gejala kehidupan yang memusnahkan bakat dan kehidupan orang lain serta melahirkan jurang yang amat ketara diantara manusia. Renungkan...&amp; fikirkanlah..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuan shahil,memang saya akui gejala ini(ssmsm) ada dimana-mana.Dirumah ayah dan emak,pejabat boss dan disetiap organisasi,wujud manusia yang bersikap sedemikian.Sebenarnya pada saya mereka yang menjadikan status adalah malaikat adalah orang-orang yang tidak kenal diri sendiri dan tidak tahu asal usul mereka serta orang-orang yang tidak ada ilmu pergaulan.Mereka-mereka ini hidup hanya dalam kelompok mereka sahaja.E.g jika ayah yang bersikap demikian,ayah ini hanya melihat dalam kelompok mereka saja,tidak menilai,melihat dengan kebenaran pada keluarga orang lain.Begitu juga bos disatu-satu jabatan,Bos ini pasti cetek dalam dunia pergaulan,hanya hidup dalam dunia yang sama kelompok ,taraf pendidikan dan jawatan.Apa yang dicadangkan orang bawahan dipandang remeh dan tidak bermutu kerana yang bermutu hanya pada mereka yang setaraf.Sebabnya dalam kehidupan/pergaulan hariannya tidak pernah nampak orang bawahan lebih baik/setaraf dengan kelompok/setarafnya.Begitu juga ulamak,hanya hidup dalam kelompok ulamak,bila lebih baik dan selain dari kelompoknya dipandang tidak betul.SEBENARNYA disitulah letaknya nilaian seseorang pada seseorang yang lain<br />
Tidak menilai dengan nilaian yang hakiki tapi menilai dari segi luaran dicampur dengan kebanggaan dan keegoan diri sendiri.Tuan Shahil renung dan perhatikanlah bagaimana mereka2 ini menjalani hidup seharian dan menilai orang lain.inilah gejala kehidupan yang memusnahkan bakat dan kehidupan orang lain serta melahirkan jurang yang amat ketara diantara manusia. Renungkan&#8230;&amp; fikirkanlah&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Donixanto: Tuhan dan Bodhi. by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/01/17/donixanto-tuhan-dan-bodhi/#comment-894</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:55:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=362#comment-894</guid>
		<description>Assalaamualaikum asbulkafi.

ALLah Taala mencipta manusia dengan IlmuNya yang Maha Sempurna. Ertinya ALLah Taala itu Ujud hakikinya tersendiri. Maka Dia mencipta manusia sesuai dengan kaedah untuk mengenaliNya sesuai dengan Kemuliaan ZatNya. Oleh itu terciptalah kita dengan jasad, akal, hati, dan alam maya.

Akal berkaitan dengan alam maya. Ertinya alam tempat tilik akal untuk mengenal Kekuasaan ALLah Taala. Jasad pula tempat tilik mengenal sifat ALLah Taala. Dan hati tempat merasakan hadirnya ALLah Taala. Maka inilah sistematika tuntas total bagi Muslim untuk mengenal ALLah Taala.

Jika Tuhan hanya dirasa, apakah Tuhan itu hakikatnya? Jika Tuhan hanya difikir, tiadalah tawadu&#039; hamba itu. 

Maka jelas dzahir dan bathin adalah umpama isi dan kuku, saling berkaitan dan memerlukan.

Anda benar.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualaikum asbulkafi.</p>
<p>ALLah Taala mencipta manusia dengan IlmuNya yang Maha Sempurna. Ertinya ALLah Taala itu Ujud hakikinya tersendiri. Maka Dia mencipta manusia sesuai dengan kaedah untuk mengenaliNya sesuai dengan Kemuliaan ZatNya. Oleh itu terciptalah kita dengan jasad, akal, hati, dan alam maya.</p>
<p>Akal berkaitan dengan alam maya. Ertinya alam tempat tilik akal untuk mengenal Kekuasaan ALLah Taala. Jasad pula tempat tilik mengenal sifat ALLah Taala. Dan hati tempat merasakan hadirnya ALLah Taala. Maka inilah sistematika tuntas total bagi Muslim untuk mengenal ALLah Taala.</p>
<p>Jika Tuhan hanya dirasa, apakah Tuhan itu hakikatnya? Jika Tuhan hanya difikir, tiadalah tawadu&#8217; hamba itu. </p>
<p>Maka jelas dzahir dan bathin adalah umpama isi dan kuku, saling berkaitan dan memerlukan.</p>
<p>Anda benar.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sifat wajib bagi ALLah Taala yang ke 13: Kalam by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/05/03/sifat-wajib-bagi-allah-taala-yang-ke-13-kalam/#comment-893</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:49:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1133#comment-893</guid>
		<description>Hormat untuk anda Zaki

Saya kurang mahir berbahasa Inggeris. Namun Insya&#039;ALLah saya akan melayari blog yang anda sarankan, walau memahaminya sambil merangkak.

Dan kelihatannya blog tersebut adalah menyatakan iktiqad-iktiqat mazhab theologi Islam. Namun, saya menegaskan kebenaran harus diuji dengan hujah dan dalil.

Sejarah menunjukkan imam Abu Hasan Asy&#039;ari dan ulama terkemudian telah membuktikan Tauhid Sifat dua puluh adalah menepati hujah al-Quran dan kewajaran. Dan itulah yang saya jelaskan secara bahasa mudah dalam kategori Tauhid. 

Hormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hormat untuk anda Zaki</p>
<p>Saya kurang mahir berbahasa Inggeris. Namun Insya&#8217;ALLah saya akan melayari blog yang anda sarankan, walau memahaminya sambil merangkak.</p>
<p>Dan kelihatannya blog tersebut adalah menyatakan iktiqad-iktiqat mazhab theologi Islam. Namun, saya menegaskan kebenaran harus diuji dengan hujah dan dalil.</p>
<p>Sejarah menunjukkan imam Abu Hasan Asy&#8217;ari dan ulama terkemudian telah membuktikan Tauhid Sifat dua puluh adalah menepati hujah al-Quran dan kewajaran. Dan itulah yang saya jelaskan secara bahasa mudah dalam kategori Tauhid. </p>
<p>Hormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sifat wajib bagi ALLah Taala yang ke 13: Kalam by zaki</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/05/03/sifat-wajib-bagi-allah-taala-yang-ke-13-kalam/#comment-892</link>
		<dc:creator>zaki</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 16:25:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1133#comment-892</guid>
		<description>For English, please visit this site:

www.asharis.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>For English, please visit this site:</p>
<p><a href="http://www.asharis.com" rel="nofollow">http://www.asharis.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tidak berfikir panjang: Sikap buruk yang sering tidak diperdulikan. by shahil</title>
		<link>http://shahil.wordpress.com/2009/11/28/tidak-berfikir-panjang-sikap-buruk-yang-sering-tidak-diperdulikan/#comment-891</link>
		<dc:creator>shahil</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://shahil.wordpress.com/?p=1508#comment-891</guid>
		<description>Assalaamualaikum atongku.

Anda benar sekali...

Kebanyakan bagi ketua Jabatan dan penguasa, mereka mulanya berfikir panjang tetapi apabila mendapati apa yang difikir itu akan menjejaskan kedudukan mereka, mereka memendekkan fikiran itu supaya kedudukan den kepentingan mereka tidak terusik.

Terima kasih atas tambahan pendapatnya.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualaikum atongku.</p>
<p>Anda benar sekali&#8230;</p>
<p>Kebanyakan bagi ketua Jabatan dan penguasa, mereka mulanya berfikir panjang tetapi apabila mendapati apa yang difikir itu akan menjejaskan kedudukan mereka, mereka memendekkan fikiran itu supaya kedudukan den kepentingan mereka tidak terusik.</p>
<p>Terima kasih atas tambahan pendapatnya.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
